nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Alasan Nuno Espirito Santo Tak Cocok Tangani Arsenal

Ezha Herdanu, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 12:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 02 45 2136877 3-alasan-nuno-espirito-santo-tak-cocok-tangani-arsenal-LEdyPMs2wt.jpg Nuno Espirito Santo (Foto: Zimbio)

MANAJEMEN Arsenal pada saat ini memang tengah disibukkan untuk bisa segera menemukan sosok pelatih anyar klubnya. Hal tersebut terjadi usai mereka memutuskan untuk memecat Unai Emery dari kursi kepelatihan usai menjalani sejumlah laga tanpa bisa memetik kemenangan.

Beberapa nama pun muncul sebagai kandidat kuat pelatih anyar The Gunners –julukan Arsenal– macam Mauricio Pochettino, Patrick Vieira, Mikel Arterta, Brendan Rodgers, Massimiliano Allegri, hingga Nuno Espirito.

Sejumlah penggemar Arsenal pun berharap manajemen klub kesayangan mereka memilih Espirito sebagai pengganti Emery. Namun sejatinya ada tiga alasan mengapa Espirito tidak layak untuk mengemban jabatan sebagai pelatih Arsenal.

Berikut tiga alasan Espirito tidak cocok untuk menangani Arsenal, seperti Okezone lansir dari Sportskeeda, Senin (2/12/2019):

3. Gaya Bermain yang Dianut Espirito

Nuno Espirito Santo

Tidak dipungkiri sejak membawa Wolverhampton Wanderes kembali ke Liga Inggris, Espirito memang langsung menjelma sebagai salah satu pelatih papan atas di dunia pada saat ini. Gaya bermain yang memanfaatkan serangan balik jadi kekuatan utama Wolves saat membuat tim-tim papan atas Liga Inggris kesulitan pada musim lalu.

Akan tetapi apakah gaya bermain tersebut bakal cocok ia terapkan ketika membesut Arsenal? Banyak pihak yang meragukannya. Terlebih selama 21 tahun Arsenal di bawah komando Arsene Wenger, mereka memang dikenal sebagai tim dengan gaya bermain atraktik dengan serangan sebagai kekuatan utamanya.

Selain itu, tidak ada jaminan Espirito bakal mengembalikan Arsenal ke masa-masa kejayaan mereka. Terlebih sepanjang perjalanan karier kepelatihannya, pria asal Portugal tersebut memang lebih banyak membesut tim-tim kecil yang minim akan tekanan meraih gelar juara macam Arsenal.

2. Tak Punya Kualitas untuk Menyelesaikan Krisis

Nuno Espirito Santo

Perjalanan karier Espirito bersama Wolves dalam dua musim terakhir mungkin bisa dibilang cukup lancar. Mantan kiper FC Porto tersebut bisa dikatakan tak mengalami masalah berarti selama mengarsiteki Wolves.

Akan tetapi apakah itu jadi modal cukup bagi Espirito untuk melatih klub seperti Arsenal? Terlebih saat ini, Arsenal memang tengah mengalami krisis. Mereka butuh sosok pelatih yang bisa menyatukan mereka, mengingat belakangan ini muncul rumor bahwa skuad Arsenal sedang mengalami perpecahan.

Selama berkarier sebagai pelatih, Espirito baru sekali mengalami masalah sepelik itu tepatnya saat membesut Valencia, dan jawabannya mungkin sudah kita ketahui semua, yaitu Espirito akhirnya dipecat dari kursi kepelatihan El Che –julukan Valencia.

1. Bukan Pilihan yang Lebih Baik untuk Arsenal

Arsenal

Banyak yang beranggapan bahwa jika Arsenal pada akhirnya memilih Espirito, maka itu adalah sebuah kemunduran. Terlebih banyak yang menilai bahwa Emery jauh lebih berkualitas ketimbang Espirito baik dalam taktik hingga penyelesaikan masalah.

Bersama Wolves, Espirito bisa menunjukkan performa impresif lantaran mendapatkan dukungan penuh dari pemain hingga petinggi tim. Namun hal berbeda bakal ia alami di Arsenal. Dengan banyaknya pemain berstatus bintang, ego para pemain yang bakal dihadapi Espirito sangat berbeda jika dibandingkan Wolves.

Dengan sejumlah fakta di atas, banyak yang ragu apakah Espirito bakal jadi pilihan lebih baik untuk Arsenal usai memecat Emery. Bahkan ketimbang memilih Espirito, Arsenal justru disarankan menunjuk eks pemain macam Patrick Vieira, Thierry Henry, atau mempermanenkan Freddie Ljunberg sebagai pelatih.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini