nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Kelalaian Panitia SEA Games 2019, Menpora Minta CdM Bertindak Aktif

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 25 November 2019 15:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 25 51 2134166 soal-kelalaian-panitia-sea-games-2019-menpora-minta-cdm-bertindak-aktif-xRhHOXPdgY.jpg Menpora Zainudin Amali (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, ikut mengomentari buruknya pelayanan fasilitas, khususnya tranportasi di ajang SEA Games 2019 Filipina. Selain mengharapkan panitia penyelenggara (PHISGOC) untuk lebih siap, ia juga meminta Chef de Mission (CdM) Indonesia, Harry Warganegara untuk bertindak aktif.

Sebelumnya, beberapa kontingan yang mentas di SEA Games 2019 mengalami masalah soal transportasi tersebut. Paling parah dialami Tim Nasional (Timnas) Timor Leste U-22 yang terlantar di Bandara Internasional Ninoy Aquino selama tiga jam dan diantar ke hotel yang salah.

Zainudin Amali

Tentu saja hal itu membuat Menpora merasa was-was. Ia berharap situasi yang dialami Timnas Timor Leste tidak terjadi kepada atlet Indonesia. Ia pun meminta kepada CdM Indonesia, Harry Warganegara, berkomunikasi dengan Panitia Pelaksana (Panpel) agar insiden seperti hal tersebut tidak terulang.

Baca juga Bus Penjemput Tak Kunjung Tiba, Skuad Timnas Indonesia U-22 Jalan Kaki ke Tempat Latihan

“Ini urusannya komunikasi karena kontingen ini datangnya tidak bersamaan, ada yang sudah datang duluan, jadi kita berharap panitianya siap,” ungkap Zainudin Amali, dalam kunjungannya di iNews Tower, Senin (25/11/2019).

“Saya sudah minta pak Harry Warganegara untuk berkomunikasi secepatnya supaya jangan sampai terlantar. Jadi begitu tiba di Bandara Manila langsung sudah tahu tujuannya ke mana, siap yang ada mengangkut busnya dan lain sebagainya, ini mungkin baru sebagian sehingga komunikasi belum lancar,” tambahnya.

Timnas Indonesia U-23

Nasib buruk soal transportasi juga dialami Timnas Indonesia U-22 yang harus jalan kaki ke tempat latihan karena bus telat. Situasi ini jelas merugikan karena bukan hanya Timor Leste atau pun Indonesia, negara lain seperti Timnas Myanmar U-22 dan Thailand U-22 juga mengalaminya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini