nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpora Baru Akan Mesra atau Berseteru dengan PSSI?

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 19:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 23 51 2120889 menpora-baru-akan-mesra-atau-berseteru-dengan-pssi-OoRZstQapx.jpg Zainudin Amali (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), telah menunjuk Zainudin Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024. Penunjukkan itu diharapkan membawa angin segar untuk semua olahraga termasuk sepakbola Tanah Air.

Sepakbola adalah salah satu olahraga yang paling digilai oleh masyarakat Indonesia sehingga prestasi merupakan sesuatu yang dinantikan. Akan tetapi, sebelum ada prestasi dibutuhkan keselarasan antara Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dengan PSSI.

Zainudin Amali (Foto: Okezone/ Dede Kurniawan)

Sejarah mencatat Kemenpora pernah berseteru dengan PSSI pada 2015 silam. Waktu itu perseteruan bermula dari permasalahan kelayakan tim yang akan berlaga di kompetisi tertinggi di Tanah Air waktu itu, QNB League 2015 (saat ini Liga 1).

BACA JUGA: Angkat Zainudin sebagai Menpora, Jokowi: Sepakbolanya Pak

Iman Nahrawi selaku Menpora waktu itu melalui BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) menilai kelayakan setiap tim untuk tampil di QNB League. Setiap tim diberikan waktu hingga 4 Maret 2015 untuk memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Karena ada persyaratan yang wajib dipenuhi maka kompetisi yang sebelumnya akan dimulai pada 20 Februari 2015 harus diundur.

Hingga batas waktu yang ditentukan selesai, ada dua tim yang belum memenuhi persyaratan yakni Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Akan tetapi, PT Liga Indonesia tetap menggulirkan QNB League 2015 dengan beranggotakan 18 tim termasuk Arema dan Persebaya pada 4 April 2015.

Riko Simanjuntak vs Vietnam (Foto: AFC)

Setelah itu Kemenpora kemudian melayangkan teguran tertulis hingga tiga kali kepada PSSI tetapi tidak mendapatkan respon. Hal itu berbuntut panjang hingga akhirnya Imam Nahrawi harus mengeluarkan Keputusan Menpora No. 0137 Tahun 2015 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Berupa Kegiatan Keolahragaan PSSI Tidak Diakui pada 17 April 2019. Keputusan itu akhirnya berbuntut hukuman dari FIFA terhadap PSSI yakni pembekuan.

Kejadian itu memiliki makna besar dalam sejarah persepakbolaan Tanah Air karena ada sisi positif dan negatif di baliknya. Akan tetapi, lebih baik jika kejadian serupa tidak terjadi karena dibutuhkan keselarasan antara Kemenpora dengan PSSI demi kemajuan sepakbola Tanah Air apalagi akhir-akhir ini prestasi Timnas Indonesia tengah menurun. Meningkatnya prestasi sepakbola Tanah Air adalah harapan dari masyarakat Indonesia terhadap Zainudin selaku Menpora yang baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini