nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Faktor yang Buat Liverpool Bisa Juara Liga Inggris 2019-2020

Andika Pratama, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 12:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 15 45 2117094 4-faktor-yang-buat-liverpool-bisa-juara-liga-inggris-2019-2020-AXuEWclXDx.jpg Liverpool (Foto: Twitter/@LFC)

LIVERPOOL masih menguasai puncak klasemen sementara Liga Inggris 2019-2020 dengan koleksi poin sempurna dari delapan pertandingan. The Reds –julukan Liverpool– unggul delapan poin dari Manchester City yang ada di posisi kedua. Keadaan saat ini tentu saja mendukung Liverpool untuk mengakhiri kutukan 29 tahun tanpa trofi Liga Inggris.

Liverpool yang tengah berada dalam penampilan terbaiknya tentu saja menginginkan kutukan itu berakhir pada Mei 2020. Akan tetapi, tim asuhan Jurgen Klopp itu tetap harus berhati-hati karena musim lalu mereka juga gagal menjadi juara meski mencatatkan poin terbanyak (97 poin) sepanjang sejarah tampil di Liga Inggris. Berikut empat faktor yang bantu Liverpool jadi kampiun Liga Inggris musim ini, dikutip dari Sportskeeda, Selasa (15/10/2019).

4. Awal Musim yang Luar Biasa

Liverpool (Foto: Twitter/@LFC)

Liverpool memulai Liga Inggris musim ini dengan amat luar biasa. Catatan 100% kemenangan dari delapan pertandingan membuat peluang mereka keluar sebagai juara pun semakin besar. Torehan poin sempurna itu menunjukkan tekad kuat Liverpool untuk mengakhiri kutukan di Liga Inggris.

Liverpool tak terkalahkan tidak hanya disebabkan keberuntungan tetapi juga penampilan tim asuhan Klopp itu memang bagus. Pertahanan Liverpool jadi yang paling sedikit kebobolan dengan catatan enam gol dengan dua clean sheet yang mereka torehkan. Hal itu semakin luar biasa karena dilakukan saat Alisson Becker cedera.

Sementara itu, lini depan Liverpool amatlah tajam dengan catatan 20 gol yang sebagian besar  dibuat oleh Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino. Performa Liverpool diperkirakan belum akan menurun.

3. Performa Man City Tidak Konsisten

Josep Guardiola dan Benjamin Mendy (Foto: Sportskeeda)

Pada musim lalu, Man City adalah penghancur mimpi Liverpool untuk menjadi kampiun Liga Inggris dan sekarang tim asuhan Josep Guardiola itu juga berperang sebagai rival The Reds. Akan tetapi, Liverpool lebih diuntungkan pada awal musim ini karena performa Man City tidak konsisten.

Performa Man City yang naik-turun disebabkan lini pertahanan yang keropos usai ditinggal Vincent Kompany pergi dan cedera yang diderita Aymeric Laporte serta John Stones. Krisis di lini pertahanan membuat Man City baru mencatatkan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Kekalahan terasa lebih menyakitkan karena terjadi saat berjumpa tim-tim kecil seperti Norwich City dan Wolverhampton Wanderers. Man City akan kesulitan untuk mengimbangi laju Liverpool jika tak segera menemukan konsistensi permainan.

2. Liga Inggris Jadi Prioritas Liverpool

Liverpool (Foto: Twitter/@LFC)

Kegagalan menjadi kampiun Liga Inggris pada musim lalu berdampak besar untuk Liverpool. The Reds diyakini telah membuat skala prioritas untuk musim ini dan trofi yang menjadi incaran utama mereka adalah Liga Inggris. Mungkin Liverpool juga berhasrat untuk mempertahankan gelar juara Liga Champions yang musim lalu didapatkan tetapi cita-cita mengakhiri dahaga 29 tahun tanpa trofi Liga Inggris lebih menggoda.

1. Liverpool Semakin Padu

Jurgen Klopp (Foto: Twitter/@LFC)

Klopp datang ke Liverpool pada 8 Oktober 2015 dengan janji untuk membangun tim yang sanggup bersaing serta mendapatkan trofi dalam kurun waktu empat tahun. Pada bulan ini tepat empat tahun Klopp datang ke Liverpool dan janjinya telah menjadi kenyataan.

Liverpool sudah mengoleksi dua trofi yakni Liga Champions dan Piala Super Eropa. Klopp bahkan hampir membawa Liverpool untuk menyudahi mimpi buruk di Liga Inggris pada musim lalu tetapi Man City menggagalkannya. Pengalaman pahit sebelumnya membuat Liverpool musim ini jadi tim yang lebih padu dan kuat.

Secara performa, tim asuhan Klopp itu telah mendapatkan konsistensi dibuktikan dengan tetap menang meski bermain kurang bagus. Hal itu ditunjukkan Liverpool dalam beberapa penampilan terakhir mereka di Liga Inggris seperti waktu menang tipis 2-1 atas Leicester City berkat gol penalti James Milner di injury time. Apabila hal itu terus berlanjut maka trofi Liga Inggris harusnya pulang ke Anfield Stadium pada akhir musim ini.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini