Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karier Roberto Baggio, Tumbuh di Caldogna hingga Mekar Bersama Juventus

Andika Pratama , Jurnalis-Sabtu, 12 Oktober 2019 |08:10 WIB
Karier Roberto Baggio, Tumbuh di Caldogna hingga Mekar Bersama Juventus
Roberto Baggio. (Foto: AFP)
A
A
A

ROBERTO Baggio adalah salah satu legenda sepakbola Italia era 1990-an. Baggio adalah sosok yang terkenal dengan kepiawaiannya dalam mengolah si kulat bundar dari lapangan tengah sekaligus mencetak gol karena perannya sebagai trequartista.

Baggio yang lahir pada 18 Februari 1967 di Kota Caldogna, Italia, adalah anak dari pasangan Matilda (ibu) dan Fiorindo Baggio (ayah). Baggio merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Sejak kecil Baggio telah menunjukkan ketertarikan kepada sepakbola sehingga ia pun menekuninya dengan serius.

BACA JUGA: 5 Pemain Terbaik Italia Sepanjang Sejarah

Baggio bergabung tim di kotanya yakni Caldogno untuk menimba ilmu sepakbola pada usia sembilan tahun. Dua tahun setelahnya kemampuan Baggio semakin berkembang sehingga mampu mencatatkan 45 gol dan 20 assist dalam 26 pertandingan termasuk mencetak enam gol dalam satu laga.

Bakat Baggio kemudian tercium oleh pencari bakat Vicenza, Antonio Mora, sehingga pada usia 13 tahun ia pindah tim. Butuh waktu dua tahun serta torehan torehan 110 gol dalam 120 pertandingan bagi Baggio untuk naik ke tim senior Vicenza pada usia 15 tahun.

Roberto Baggio

Saat berusia 16 tahun Baggio akhirnya membuat debut untuk Vicenza di Serie C1 pada 5 Juni 1983. Patut disayangkan, debut Baggio berakhir dengan kekalahan 0-1 untuk Vineza dari Piacenza. Gol pertama Baggio untuk Vicenza dibuatnya ketika bertanding dengan Legnano di Coppa Italia Serie C pada 30 November 1983.

Baggio pun unjuk gigi dengan mencetak gol pada pertandingan puncak Serie C1 melawan Brescia pada 3 Juni 1984. Gol dari Baggio membawa Vicenza menang besar 3-0 atas Brescia. Kemampuan Baggio semakin berkembang semusim setelahnya karena mampu membawa Vinceza naik ke Serie B. Baggio turut membuat 12 gol dalam 29 penampilan untuk Vicenza pada musim itu.

Patut disayangkan, Baggio menderita cedera parah pada lutut kanannya saat Vicenza melawan Rimini pada 5 Mei 1985. Cedera itu nyatanya tak membuat Baggio berhenti bersinar karena pada akhir musim 1984-1985 ia pindah ke tim yang lebih besar yakni Fiorentina.

Meski tetap jadi pindah ke Fiorentina tetapi Baggio tak bisa langsung unjuk gigi karena cedera memaksanya untuk absen hampir semusim penuh. Baggio hanya tampil dalam lima pertandingan untuk Fiorentina sepanjang musim itu. Baggio sayangnya mengalami nasib serupa pada musim 1986-1987 sehingga cuma bisa mengoleksi 10 pertandingan untuk Fiorentina. Akan tetapi, kontribusi Baggio lebih baik karena mampu membuat tiga gol.

Meski mengalami dua musim yang sulit tetapi Baggio mampu bangkit pada tiga musim berikutnya. Secara keseluruhan, Baggio membuat 55 gol dan empat assist dalam 136 pertandingan untuk Fiorentina. Satu-satunya kekurangan Baggio adalah tak ada trofi yang dipersembahkannya untuk La Viola –julukan Fiorentina.

Roberto Baggio

Pada bursa transfer musim panas 1990, Baggio membuat langkah mengejutkan dengan pindah ke Juventus. Juventus membayar 24,30 juta euro atau sekira Rp378 miliar kepada Fiorentina untuk memiliki jasa Baggio. Biaya transfer tersebut akhirnya membawa Si Kuncir Kuda jadi pemain termahal dunia kala itu.

Bersama Juventus, Baggio tampil menggila dengan membuat 112 gol dan 12 assist dalam 198 pertandingan. Performa apik Baggio turut berperan besar untuk hadirnya tiga trofi bergengsi ke Stadion Delle Alpi. Tiga trofi itu adalah gelar juara Liga Eropa (1992-1993), Liga Italia (1994-1995) dan Coppa Italia (1994-1995). Selain itu, Baggio juga menyegel gelar Pemain Terbaik Eropa dan Ballon dOr pada 1993 sebagai pemain Juventus.

Pada akhir musim 1994-1995, Baggio akhirnya pindah ke Milan. Meski hanya bertahan dua musim saja di Kota Milan tetapi Baggio mampu menjuarai Liga Italia 1995-1996. Selepas dari Milan, Baggio pindah-pindah tim mulai dari Bologna, Inter Milan dan akhirnya pensiun di Brescia pada akhir musim 2003-2004.

(Djanti Virantika)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement