nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki Taktik Brilian, Cruyff Jadi Inspirasi Pelatih-Pelatih Besar Lain

Andika Pratama, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 12:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 51 2104554 miliki-taktik-brilian-cruyff-jadi-inspirasi-pelatih-pelatih-besar-lain-v4x7jie7Tt.jpg Johan Cruyff jadi inspirasi banyak pelatih. (Foto: Cruyfffootball.com)

JOHAN Cruyff tak hanya dikenal sebagai pesepakbola hebat dengan koleksi 24 trofinya, tetapi pria asal Belanda itu juga terkenal atas prestasinya sebaga juru taktik. Meski hanya menukangi dua tim dalam 11 tahun karier kepelatihannya tetapi nama besar Cruyff tercatat dalam buku sejarah sepakbola dunia.

Beberapa pelatih kawakan dunia pun terpengaruh oleh gaya kepelatihan Cruyff serta taktik yang diterapkannya. Tiga pelatih yang terang-terangan terinspirasi oleh Cruyff adalah Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger dan Josep Guardiola. Ketiga sosok itu memainkan sepakbola yang sekilas mirip dengan apa yang diterapkan Cruyff.

Johan Cruyff

(Johan Cruyff saat melatih Barcelona)

Seperti yang disinggung sebelumnya, Cruyff hanya pernah membesut dua tim selama 11 tahun karier kepelatihannya. Tim yang dimaksud adalah Ajax Amsterdam dan Barcelona. Uniknya kedua tim itu juga merupakan klub yang pernah Cruyff bawa untuk berjaya saat masih aktif bermain.

Cruyff membesut Ajax selama tiga musim sejak 1985-1988 dengan prestasi meraih tiga trofi. Usai menuntaskan tugasnya di Amsterdam kemudian ia ditunjuk untuk menukangi Barcelona pada musim panas 1988. Cruyff sejatinya datang di saat yang kurang tepat ke Barcelona karena kala itu Blaugrana –julukan Barcelona– tengah dilanda krisis serta terlilit utang. Akan tetapi, Cruyff tak patah arang untuk menjalankan tugasnya di Barcelona. Cruyff bahkan membawa Barcelona bangkit dengan meraih segudang trofi dalam delapan musim pengabdiannya.

Saat berada di Barcelona Cruyff menggunakan kembali formula yang digunakannya di Ajax yakni Total Football. Sebagai sosok yang berasal dari Belanda tentu saja Total Football sudah melekat dengan Cruyff apalagi ia pernah menjadi poros dalam taktik permainan tersebut saat masih aktif bermain.

Infografis Johan Cruyff

Dapat dikatakan taktik permainan Total Football yang dicetuskan Rinus Michel saat menukangi Ajax, Barcelona dan Tim Nasional (Timnas) Belanda dapat berjalan karena ada Cruyff. Cruyff yang telah beralih profesi jadi pelatih pun menyukai taktik permainan itu sehingga membawanya ke setiap tim yang ditukangi.

Namun, saat di Barcelona Cruyff melakukan hal yang sedikit berbeda karena pada dasarnya ia sedang berusaha menciptakan taktik permainan baru yang merupakan pengembangan dari Total Football. Cruyff sudah memberikan cikal bakal taktik permainan baru itu kepada Presiden Barcelona, Josep Lluis Nunez, pada akhir musim 1987-1988 yang merupakan tahun terakhirnya di Camp Nou sebagai pemain sebelum pulang ke klub masa kecilnya, Ajax. Ide yang ditawarkan Cruyff akhirnya diterpakan ke akademi Barcelona, La Masia.

Cruyff pun menuai hasil yang amat positif dari delapan musim kebersamaannya bersama Barcelona dengan menghadirkan 11 trofi ke Camp Nou. Deretan trofi itu membawa Cruyff jadi pelatih tersukses dalam sejarah Barcelona. Pada waktu menukangi Barcelona itulah Cruyff membuat Ferguson terpengaruh.

Hal itu terjadi saat Barcelona asuhan Cruyff menang telak 4-0 atas Man United-nya Ferguson di Liga Champions 1994-1995. Hasil itu mengajarkan Ferguson bahwa penguasaan bola amatlah penting untuk memenangkan pertandingan.

“Itu adalah pelajaran besar bagi saya. Mereka menunjukkan kepada kami betapa pentingnya memiliki penguasaan bola. Saya tidak mengerti sampai saat itu (kalah 0-4 dari Barcelona). Saya belajar betapa pentingnya mengontrol bola di pertandingan Eropa,” ujar Ferguson.

Sir Alex Ferguson

(Ferguson belajar banyak dari Cruyff)

Selain Ferguson ada juga Wenger yang sedikit banyak menerapkan taktik permainan yang digunakan Cruyff saat menukangi Ajax dan Barcelona ke Arsenal. Arsenal asuhan Wenger yang mengandalkan operan-operan pendek guna mengalahkan lawannya amat berjaya di Liga Inggris 2003-2004. Arsenal bahkan menjadi juara Liga Inggris dengan rekor tak terkalahkan.

Dibandingkan Ferguson dan Wenger mungkin Guardiola adalah sosok yang paling terpengaruh dengan taktik permainan Cruyff. Pasalnya, Guardiola merupakan jebolan akademi La Masia yang pernah merasakan tangan dingin Cruyff secara langsung dari 1991-1996.

Pengaruh Cruyff amat kental dalam gaya kepelatihan Guardiola bahkan ia pun menyempurnakan taktik permainan baru yang dipelopori pria asal Belanda itu ke Barcelona pada 1988. Guardiola jadi penyempurna taktik permainan baru Cruyff yang dikenal dengan tiki-taka.

Guardiola amat sukses dengan tiki-taka sehingga mampu memberikan 15 trofi untuk Barcelona. Koleksi 15 trofi Guardiola dalam empat musim membesut Barcelona membuat dirinya merebut predikat pelatih terbaik Blaugrana –julukan Barcelona– dari gengaman Cruyff. Hingga saat ini taktik permainan tiki-taka telah menjadi identitas Barcelona.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini