nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nedved Tidak Tenggelam di Tengah Sederet Bintang Liga Italia

Ramdani Bur, Jurnalis · Sabtu 17 Agustus 2019 11:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 51 2092907 nedved-tidak-tenggelam-di-tengah-sederet-bintang-liga-italia-v58kiAmfzr.jpg Nedved saat membela Juventus pada 2005-2006. (Foto: REUTERS)

PAVEL Nedved mendarat di Italia pada musim panas 1996, tepatnya saat diboyong Lazio dari Spartak Praha seharga 4,65 juta euro atau sekira Rp74,6 miliar. Saat itu nama Nedved baru menggeliat setelah mengantarkan sang negara, Republik Ceko, ke final Piala Eropa 1996.

Meski disandingkan dengan sejumlah gelandang top yang berkiprah di Liga Italia saat itu seperti Manuel Rui Costa (Fiorentina), Zinedine Zidane dan Antonio Conte (Juventus), Juan Sebastian Veron (Sampdoria) dan banyak lagi, Nedved sama sekali tidak gugup. Gelandang berambut pirang itu selalu tampil mobile di setiap laga yang dijalani bareng Lazio.

Meski berposisi sebagai gelandang, koleksi gol Nedved bersama Lazio terhitung impresif. Bahkan di Liga Italia 1997-1998, ia mengoleksi 11 gol dari 26 pertandingan! Tercatat Nedved lima musim (1996-2001) membela Lazio.

Selama enam musim itu, gelandang yang dijuluki Czech Fury itu mengoleksi 51 gol dari 208 pertandingan. Total selama lima musim membela Lazio, Nedved menghadirkan delapan trofi bagi publik Stadion Olimpico, termasuk trofi Liga Italia 1999-2000.

Pavel Nedved

(Nedved saat membela Lazio)

Setelah tampil apik bersama Lazio, Nedved pun diboyong Juventus pada musim panas 2001 seharga 38,7 juta euro atau setara Rp620,9 miliar! Saat itu, Nedved diplot manajemen Juventus untuk menggantikan posisi Zidane yang pindah ke Real Madrid.

Sejak membela Juventus, bisa dibilang tidak ada gelandang di Liga Italia yang dapat mengalahkan atraktivitas, mobilitas dan skill olah bola pria yang kini menjabat sebagai wakil presiden Juventus Bianconeri –julukan Juventus– tersebut. Bahkan seorang Ricardo Kaka (AC Milan) yang berusia 10 tahun lebih muda dari Nedved pun butuh usaha keras untuk menyamai level sang senior.

Tercatat, Nedved delapan musim (2001-2009) membela Juventus dan mengoleksi 65 gol dan 37 assist dari 327 pertandingan di semua kompetisi. Total dalam kurun waktu tersebut, Nedved memberikan lima trofi untuk publik Kota Turin, dan dua di antaranya adalah gelar Liga Italia.

Pavel Nedved

Sebenarnya Nedved menghadirkan empat gelar Liga Italia untuk Juventus. Hanya saja, dua gelar di antaranya (2004-2005 dan 2005-2006) harus dicopot karena CEO Juventus saat itu, Luciano Moggi, terbukti melakukan pengaturan skor (Calciopoli).

Akibat kasus Calciopoli itulah, Juventus dipaksa terdegradasi ke Serie B di pengujung musim 2005-2006. Meski begitu, Nedved memilih bertahan bersama Juventus meski sejumlah pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Lilian Thuram dan Patrick Vieira memilih melanjutkan karier di klub lain.

Infografis Pavel Nedved

Bisa dibilang kesetiaan itulah yang pada akhirnya menjadikan Nedved dipuja publik Kota Turin. Setelah memutuskan pensiun sebagai pesepakbola pada 2009, Nedved ditunjuk untuk duduk di jajaran direksi Juventus pada 2010, untuk kemudian bertugas sebagai wakil presiden Bianconeri sejak 2015.

1
2

Berita Terkait

Liputan Khusus

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini