nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selamat dari Larangan Transfer, Man City Tetap Didenda FIFA

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 09:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 51 2091646 selamat-dari-larangan-transfer-man-city-tetap-didenda-fifa-PVF0tkcqgc.jpg Meski selamat dari larangan transfer, Man City tetap dijatuhi denda oleh FIFA (Foto: Martin Rickett/PA)

ZURICH – Manchester City bisa bernapas lega setelah hanya dijatuhi hukuman denda oleh Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) sejumlah 370 ribu Franc Swiss (setara Rp5,4 miliar). The Citizens dinyatakan bersalah karena melanggar aturan merekrut pemain di bawah umur.

Sebelumnya, Man City berpotensi mengalami nasib yang sama seperti Chelsea, yakni dijatuhi hukuman larangan transfer akibat pelanggaran yang sama. Namun, tim yang sahamnya dimiliki Etihad Group itu selamat dari hukuman berat tersebut dan hanya dijatuhi denda.

Manchester City dinilai bersalah melanggar aturan transfer FIFA untuk pemain di bawah usia 18 tahun (Foto: Premier League)

Baca juga: Kena Larangan Transfer, Lampard Tetap Pede dengan Skuad Chelsea

“Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada klub Inggris Manchester City karena melakukan pelanggaran terhadap pembelian dan pendaftaran pemain berusia di bawah 18 tahun dari luar negeri. Manchester City terbukti melanggar, Pasal 19 aturan FIFA terkait status dan transfer pemain yang bersangkutan,” bunyi pernyataan resmi FIFA, disitat dari The Guardian, Rabu (14/8/2019).

“Komite Disiplin mempertimbangkan fakta Manchester City bersedia menerima konsekuensi dan menjatuhkan hukuman denda senilai 370 ribu Franc Swiss,” lanjut pernyataan tersebut.

FIFA tidak menjatuhkan hukuman larangan transfer terhadap Man City

Juara Liga Inggris 2018-2019 itu dalam pernyataan resminya mengaku siap menerima segala konsekuensi akibat pelanggaran. Man City menyatakan, pelanggaran terjadi sebelum Desember 2016 ketika interpretasi dari larangan tersebut baru diterbitkan.

“Klub menerima konsekuensi atas pelanggaran yang terjadi akibat kesalahan interpretasi terhadap peraturan. Semua pelanggaran terjadi sebelum Desember 2016, ketika panduan interpretasi mengenai transfer itu diterbitkan, yang sejak itu dipatuhi oleh Manchester City,” bunyi pernyataan resmi klub.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini