Share

Juventus Gantungkan Asa kepada Pelatih Tanpa Trofi seperti Pochettino dan Sarri?

Ramdani Bur, Okezone · Jum'at 24 Mei 2019 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 24 51 2059846 juventus-gantungkan-asa-kepada-pelatih-tanpa-trofi-seperti-pochettino-dan-sarri-prlPaWGqka.jpg Sarri, salah satu calon pelatih Juventus musim depan. (Foto: @ChelseaFC)

TURIN – Hanya ada dua kandidat pelatih yang akan menangani Juventus musim depan, yakni Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur) dan Maurizio Sarri (Chelsea). Mengerucutnya ke dua calon itu setelah direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici, diketahui terbang ke London, tempat bernaungnya Pochettino dan Sarri pada Kamis 23 Mei 2019.

Jika nantinya salah satu pelatih ditunjuk sebagai juru taktik musim depan, apakah itu keputusan tepat bagi Juventus? Andai Juventus kekeuh mencari pelatih yang memiliki ambisi juara di setiap musimnya, Pochettino dan Sarri bukanlah pilihan tepat.

Mauricio Pochettino

Sebab, selama berprofesi sebagai pelatih, baik Pochettino dan Sarri sama sekali tidak pernah mengangkat trofi. Pencapaian terbaik Pochettino ialah membawa Tottenham lolos ke final Piala Liga Inggris 2014-2015. Hal yang sama juga dilakukan Sarri pada 2018-2019 bersama Chelsea.

Meski begitu, kegagalan meraih trofi bukan jaminan seorang pelatih tak bisa berprestasi di masa depan. Ambil contoh Barcelona pada musim panas 2008. Mereka rela memecat pelatih sekaliber Frank Rijkaard dan menggantinya dengan arsitek minim pengalaman, Josep Guardiola.

BACA JUGA: Direktur Olahraga Juventus Terbang ke London, Temui Sarri atau Pochettino?

Saat ditunjuk sebagai pelatih pada 2008, Guardiola hanya memiliki pengalaman melatih selama satu musim, tepatnya bersama Barcelona B. Akan tetapi, prestasi yang dicetak Guardiola terhitung luar biasa.

Di musim pertamanya menangani Barcelona, Guardiola menghadirkan treble winner! Total selama empat musim (2008-2012) membesut Barcelona, Guardiola menghadirkan 14 trofi bagi publik Estadio Camp Nou.

Josep Guardiola

Karena itu, penunjukan Pochettino atau Sarri sebagai pelatih Juventus musim depan, bukan berarti Bianconeri –julukan Juventus– tak bisa berprestasi. Bukan tak mungkin di tangan salah satu pelatih di atas, Juventus dapat memenangi serangkaian trofi, termasuk gelar Liga Champions yang terakhir kali mereka dapatkan pada 1995-1996.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini