nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Liga Spanyol: PSG dan Man City Rusak Sepakbola!

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 11:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 22 51 2058852 presiden-liga-spanyol-psg-dan-man-city-rusak-sepakbola-zQ9T9nEnEe.jpg PSG mengeluarkan uang lebih dari 400 juta euro untuk mendapatkan Neymar dan Mbappe. (Foto: AFP)

MADRID – Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, mengkritik Paris Saint-Germain (PSG) dan Manchester City yang kini dikuasai pengusaha asal jazirah Arab. Dalam pandagan Tebas, kekuatan uang PSG dan Man City telah merusak sepakbola.

Kehadiran PSG dan Man City telah merusakan tatanan transfer di dunia sepakbola. Klub-klub jadi tidak memiliki power saat dihadapkan dengan guyuran uang yang digelontorkan PSG dan Man City.

Neymar Jr

Ambil contoh PSG. Mereka berani mengeluarkan 220 juta euro atau setara Rp3,56 triliun untuk mendatangkan Neymar Jr dari Barcelona pada musim panas 2017. Kemudian di musim panas 2018, mereka mempermanenkan status Kylian Mbappe dari AS Monaco seharga 180 juta euro (Rp2,91 triliun).

Sekadar informasi, Neymar dan Mbappe saat ini berstatus sebagai pemain termahal pertama dan kedua di dunia. Benar, dalam beberapa musim terakhir UEFA mengatur jumlah uang yang harus dikeluarkan sebuah tim dalam aturan Financial Fair Play (FFP).

BACA JUGA: Juventus Resmi Dapatkan Josep Guardiola?

Akan tetapi, baik PSG dan Man City memiliki cara ilegal untuk menghindari hukuman dari UEFA. Pada 2015, Man City melakukan kesepakatan dengan maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab, Etihad.

Dalam kesepakatan itu, Man City menerima 67,5 juta pounds atau sekira Rp1,24 triliun. Ternyata, dalam investigasi yang dilakukan oleh UEFA, Man City disinyalir hanya menerima 8 juta pounds (Rp148 miliar) dari Etihad.

Manchester City

Sebenarnya, Man City total mendapatkan 67,5 juta pounds. Akan tetapi, sebanyak 59,5 juta pounds lainnya dikeluarkan pemilik Man City, Sheikh Mansour, melalui konsorsium kepunyaannya, Abu Dhabi United Group. Hal itu dilakukan Man City agar mereka terhindar dari aturan Financial Fair Play.

Akibatnya, Man City saat ini terancam mendapatkan hukuman dari UEFA. Jika terbukti bersalah, Man City dilarang tampil di Liga Champions selama satu musim. Sementara itu, PSG disinyalir mendatangkan Neymar dan Mbappe menggunakan uang dari pemerintah Qatar, asal negara pemilik PSG yakni Nasser Al-Khelaifi.

“Kerusakan yang terjadi di sepakbola Eropa sangat besar. Sebab, PSG dan Man City berani membayar uang dalam jumlah besar, sehingga sebuah tim harus bekerja keras untuk menjaga pemain mereka,” kata Tebas mengutip dari Financial Times, Rabu (22/5/2019).

“Ada klub yang berani mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi mendapatkan pemain, bukan melalui uang pribadi mereka, melainkan dari pendapatan sebuah negara. Ini bukan lagi olahraga, bukan lagi industri melainkan sebuah mainan negara. Pada akhirnya, PSG dan Man City telah merusak sistem,” tutup Tebas.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini