Spalletti Kesal dengan Serangan Media Italia terhadap Inter Milan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 05:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 14 47 2055340 spalletti-kesal-dengan-serangan-media-italia-terhadap-inter-milan-x1UecHZT0d.jpg Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti kesal dengan pemberitaan media Italia (Foto: Laman resmi Inter Milan)

MILAN – Pelatih Inter Milan, Luciano Spalleti, tak lagi bisa menahan kekesalannya terhadap rumor Antonio Conte yang disiapkan klub untuk menggantikannya musim depan. Pria berkepala plontos itu lantas menuding media Italia, La Gazzetta dello Sport, berlaku kejam dengan menghakimi lewat tajuk utama pemberitaan.

Sejumlah media di Italia santer memberitakan Antonio Conte sudah sepakat menangani Inter Milan dengan kontrak selama empat tahun. Mantan pelatih Juventus itu akan digaji 10 juta Euro atau sekira Rp161 miliar per musim.

Spalletti mengaku sudah tidak heran dengan pemberitaan tersebut karena hal yang sama terus diberitakan dalam tiga bulan terakhir. Namun, pelatih berusia 60 tahun itu kesal karena sejumlah media seolah menghakimi dirinya telah gagal.

Skuad Inter Milan (Foto: Inter/Twitter)

(Baca juga: CEO Inter Milan Sesalkan Rumor soal Kontrak Antonio Conte)

“Selama tiga bulan hal yang sama terus diberitakan. La Gazzetta dello Sport menulisnya terus. Anda juga terus menanyakan saya hal yang sama. Sayangnya, mereka juga kadang menghina, dengan berita-berita seperti Anda telah gagal dan semacamnya, yang pada akhirnya membuat Anda tertekan,” tutur Luciano Spalletti, melansir dari Football Italia, Selasa (14/5/2019).

“Ini bukan soal saya, karena rumor sudah berkembang selama tujuh tahun terakhir. Sayangnya, bahasa yang digunakan terlalu agresif dan tidak digunakan kepada klub lain. Saya tidak tahu ada masalah apa, tetapi sepertinya berita soal Inter selalu kejam,” tukas mantan pelatih AS Roma itu.

Luciano Spalletti

Sebelumnya CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, juga menyesalkan rumor tersebut. Pria yang akrab disapa Beppe itu mengatakan, rumor semacam itu berpotensi mengganggu fokus Inter Milan untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

(fmh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini