Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebelum Tumbuh Jadi Pemain Bintang, Messi Dibuat Capek oleh Kaka

Ramdani Bur , Jurnalis-Sabtu, 04 Mei 2019 |12:00 WIB
Sebelum Tumbuh Jadi Pemain Bintang, Messi Dibuat Capek oleh Kaka
Ricardo Kaka dan Lionel Messi (Foto: Soccerladuma)
A
A
A

SIAPA yang tidak kenal Lionel Messi? Pesepakbola asal Argentina itu bisa dibilang salah satu pesepakbola terbaik di dunia saat ini. Bukti sahihnya jelas, yang mana La Pulga –julukan Messi– telah mengoleksi lima trofi Ballon dOr dan musim ini mencetak banyak gol untuk Barcelona.

Tercatat, lima trofi Ballon dOr didapatkan Messi pada 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2015. Akan tetapi, tiga tahun sebelum mendapatkan trofi Ballon dOr pertamanya, Messi sempat dibuat capek oleh pesepakbola legenda asal Brasil, Ricardo Kaka.

Pada 2 September 2006, Messi membela Argentina saat menghadapi Brasil di laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Emirates, Inggris. Saat itu La Pulga –julukan Messi– diberi kepercayaan oleh pelatih Argentina, Alfio Basile, untuk mentas sebagai winger kanan dalam pola 4-2-3-1.

Lionel Messi dan Ricardo Kaka

Akan tetapi, kesempatan yang diberikan Basile gagal dibayar tuntas oleh Messi. Saat itu, La Albiceleste –julukan Argentina– takluk 0-3 dari Brasil. Bahkan, gol ketiga Brasil yang dicetak Kaka melibatkan Messi.

Ketika pertandingan memasuki menit 88, Argentina mendapatkan hadiah sepak pojok. Akan tetapi, hadiah tersebut gagal dimanfaatkan oleh pemain Argentina setelah salah satu personel Brasil berhasil membuang bola jauh-jauh.

Sebenarnya, si kulit bulat hampir digapai Messi yang menunggu di luar kotak penalti. Akan tetapi, Messi gagal menggapai bola dan kemudian si kulit bulat direbut Kaka yang baru turun di menit 77.

Secara luar biasa, Kaka mendribel bola dengan kecepatan tinggi. Bukti kecepatan Kaka terlihat setelah Messi yang tidak membawa bola sama sekali gagal mengejar Kaka. Saat itu, Messi hanya mampu membayang-bayangi Kaka dari belakang.

Statistik Ricardo Kaka

Kaka yang masih dalam kondisi fisik terbaik kemudian melewati satu pemain belakang Argentina, Gabriel Milito. Setelah melewati Milito, Kaka melepaskan sepakan mendatar yang tak dapat ditahan kiper Argentina, Roberto Abbondanzieri. Skor pun berubah menjadi 3-0 dan bertahan hingga akhir laga.

Bisa dibilang, 2006 dan 2007 merupakan musim terbaik bagi Kaka, meski AC Milan terkena hukuman dari penyelenggara Liga Italia karena terbukti melakukan pengaturan skor. Selain membawa Milan finis di posisi empat Liga Italia 2006-2007, Kaka mengantarkan Kaka keluar sebagai jawara Liga Champions di musim yang sama.

Bahkan Kaka keluar sebagai top skor Liga Champions 2006-2007 setelah mengoleksi 10 gol dari 13 pertandingan. Karena itu tak heran, Kaka pun merebut trofi Ballon dOr 2007 setelah mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Messi.

(Bagas Abdiel)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement