nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib Marko Simic Ditentukan 2 Pekan Mendatang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 21:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 09 49 2041269 nasib-marko-simic-ditentukan-2-pekan-mendatang-BoQBq6WMzS.jpg Penyerang Persija Jakarta Marko Simic (Foto: Laman resmi Persija Jakarta)

JAKARTA – Nasib penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, akhirnya menemui titik terang. Pengadilan di Australia menolak tuntutan korban kepada penyerang asal Kroasia tersebut. Namun, ia masih harus menunggu putusan akhir yang akan dibacakan pada dua pekan mendatang.

Seperti diketahui, Marko Simic diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang penumpang wanita dalam penerbangan menuju Australia, Februari 2019. Usai pertandingan melawan Newcastle Jets tersebut, pria berusia 30 tahun itu tetap tinggal di Negeri Kanguru untuk mengikuti proses hukum.

CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus mengatakan, pengadilan tidak bisa menerima tuntutan korban yang dituduhkan kepada Simic dalam sidang kedua. Menurut penuturan pengacara Marko Simic, salah satu keberatan pihak pengadilan adalah korban pelapor tidak datang.

Marko Simic

(Baca juga: Tanpa Marko Simic, Ivan Kolev Andalkan Ketajaman Bambang Pamungkas)

“Ini hasil sidang kedua yang dijalani oleh Marko Simic sebelumnya sidang pertama (dakwaan) sudah dilakukan sehari sebelum pertandingan melawan Newcastle Jets. Seperti disampaikan Simic di sana pihak korban pelapor tidak datang,” tutur Ferry Paulus, melansir dari situs resmi Persija Jakarta, Selasa (9/4/2019).

“Pada sidang tadi pihak pengacara Simic sudah memberikan bukti-bukti yang meringankan, seperti dari bukti dari Garuda dan beberapa pengakuan penumpang. Setelah selesai sidang ini akan ada sidang putusan pada dua minggu ke depan,” tegas Ferry.

Marko Simic

Situasi tersebut membuat Ferry optimis Marko Simic akan kembali ke Jakarta pada akhir April 2019. Pihak pengacara juga yakin pengadilan akan memutuskan Simic tidak bersalah dalam sidang pembacaan putusan dua pekan mendatang. Absennya pihak korban pelapor menjadi pertimbangan hukum tersendiri.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini