nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NGolo Kante, Eks Pemulung yang Curi Perhatian

Ramdani Bur, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 08:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 51 2027484 ngolo-kante-eks-pemulung-yang-curi-perhatian-vKhK8XSMuG.jpg Kante kecil saat masuk tim JS Suresnes. (Foto: Istimewa)

N’GOLO Kante merupakan salah satu gelandang terbaik yang beredar di muka bumi saat ini. Meski bertubuh kecil, jangan harap pemain sekaliber bintang sekali pun dapat dengan mudah melewati gelandang berpaspor Prancis tersebut.

Semenjak mencuat bersama Leicester City pada 2015-2016, beragam gelar individu maupun tim disabet pria berkepala plontos tersebut. Tercatat, Kante meraih gelar pemain terbaik Liga Inggris 2016-2017 dan masuk 10 besar peraih trofi Ballon dOr 2017.

NGolo Kante

Sementara bersama tim, Kante tercatat meraih trof Liga Inggris 2015-2016 bareng Leicester City dan Chelsea semusim kemudian. Dari sekian gelar yang didapat, tentu trofi Piala Dunia 2018 bersama Tim Nasional (Timnas) Prancis jadi yang paling istimewa bagi Kante.

Di balik keberhasilannya meraih trofi di atas, siapa sangka Kante berada di bawah garis kemiskinan saat kecil. Kante lahir di Paris, Prancis pada 29 Maret 1991. Meski lahir di Prancis, Kante memiliki darah Mali. Hal itu karena kedua orangtua Kante berpaspor Mali dan memutuskan pindah ke Prancis beberapa tahun sebelum ia lahir.

Kante merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Ia bersama keluarganya tinggal di sebuah flat kecil yang terletak di Rueil Malmasion, sebuah wilayah yang berada di pinggiran Kota Paris.

Daerah itu dikenal sebagai gudangnya pekerja kasar. Kante kecil pun sudah rela melakukan pekerjaan kasar. Pria yang terkenal pemalu itu rela bekerja sebagai pemulung demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Ironisnya, Kante sudah bekerja sebagai pemulung ketika usianya baru menginjak tujuh tahun!

NGolo Kante

(Kante saat baru bergabung dengan tim JS Suresnes)

Saat itu setiap harinya, Kante berjalan berpuluh-puluh kilometer menyusuri pinggiran timur Kota Paris demi mencari barang yang dapat didaur ulang. Nantinya, barang-barang tersebut dikumpulkan Kante dan kemudian dijual kepada perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang.

Tahu takkan memiliki banyak uang jika tetap bekerja sebagai pemulung, Kante memiliki tekad besar. Ia bertekad menjadi pesepakbola demi membantu ekonomi keluarganya. Lantas, bagaimana cara Kante untuk merealisasikan mimpinya tersebut? Simak di artikel selanjutnya.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini