nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lopetegui Merasa Dizalimi Federasi Sepakbola Spanyol

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 16 Februari 2019 20:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 16 51 2018951 lopetegui-merasa-dizalimi-federasi-sepakbola-spanyol-Nz54GWhabh.jpg Julen Lopetegui (Foto: Reuters)

MADRID – Sebuah kontroversi sempat tercipta jelang gelaran Piala Dunia 2018. Pasalnya, tepat satu hari sebelum upacara pembukaan digelar, Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) memecat pelatih mereka, Julen Lopetegui. Walau selama ini Lopetegui bungkam dan enggan memperpanjang masalah tersebut, namun ia merasa apa yang terjadi padanya bukan sesuatu yang adil.

Lopetegui didepak RFEF dari jabatan Pelatih Timnas Spanyol lantaran sang juru taktik disebut secara diam-diam melakukan negosiasi dengan Real Madrid. RFEF mengaku tidak senang dengan sikap Lopetegui tersebut lantaran pelatih kelahiran Asteasu itu masih memiliki kontrak bersama Timnas Spanyol yang harus dihormati.

(Baca juga: Lopetegui Buka Suara Penyebab Dirinya Didepak dari Madrid)

Julen Lopetegui

Menurut Lopetegui, RFEF hanya mencoba mencari-cari alasan. Pasalnya, dua bulan sebelum insiden pemecatan, Lopetegui menandatangani kontrak baru dengan Timnas Spanyol. Dalam kontrak tersebut, Presiden RFEF, Luis Rubiales, memasukkan klausul pembelian. Itulah mengapa Lopetegui merasa berhak melakukan negosiasi dengan Madrid.

“Itu tidak mudah bagi saya. Kami (Timnas Spanyol) bekerja sangat keras selama dua tahun, kami merasa bahwa kami siap untuk menjalani Piala Dunia yang fantastis. Para pemain sangat fantastis. Setelah saya memberi tahu mereka, kami menjalani sesi pelatihan terbaik dalam tiga minggu persiapan kami sehingga kami sangat senang, namun pada akhirnya presiden mengambil keputusan itu,” beber Lopetegui, mengutip dari BBC, Sabtu (16/2/2019).

Julen Lopetegui saat melatih Timnas Spanyol

“Itu adalah momen yang sangat sulit dan saya tidak akan pernah melupakannya karena itu adalah kejutan. Saya merasa itu sangat tidak adil. Itu adalah penerbangan pulang-pergi selama lima jam dari Moskow ke Madrid dan saya tidak mengatakan apa-apa, namun itu berkembang. Itu adalah pengalaman yang sangat sulit, namun Anda perlu mencoba dan menempatkannya dalam situasi positif," tukasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini