nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Musim Tersengit Era Liga Inggris, Nomor 1 Paling Menegangkan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 12:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 45 2015238 5-musim-tersengit-era-liga-inggris-nomor-1-paling-menegangkan-WJ0xgo2boF.jpg Trofi Liga Inggris dan Liga Champions (Foto: Sportskeeda)

KLASEMEN Liga Inggris 2018-2019 hingga pekan ke-25 masih ketat. Manchester City dan Liverpool hanya dipisahkan oleh selisih gol saja di papan klasemen. Perlu dicatat, The Citizens sudah melakoni satu laga lebih banyak dibandingkan Si Merah.

Kedua tim sama-sama mengoleksi 62 angka, tetapi Liverpool menorehkannya dalam 25 laga, sementara Man City sudah menjalani 26 pertandingan. Untuk sementara, tim asuhan Pep Guardiola duduk di posisi teratas dengan keunggulan selisih gol, yakni 48 berbanding 41 milik Liverpool.

(Baca juga: 5 Pemain Bintang yang Kecanduan Main Instagram, Nomor 1 hingga 4.384 Unggahan)

Sejak diperkenalkan pada 1992, Liga Inggris dengan format baru memang beberapa kali menciptakan selisih poin yang ketat di papan klasemen dengan akhir yang menegangkan. Persaingan tersebut terbawa hingga pekan terakhir sehingga penentuan juara hanya dipisahkan poin yang tipis bahkan hanya selisih gol.

Tentu penggemar Man City masih ingat akhir dari Liga Inggris 2011-2012 di mana klub kesayangan mereka menjadi juara. Gol Sergio Aguero di injury time babak kedua memastikan Manchester Biru meraih gelar dengan keunggulan selisih gol atas tetangganya, Man United.

Berikut lima musim tersengit di Era Liga Inggris, melansir dari Sportskeeda, Jumat (8/2/2019).

5. Liga Inggris 2009-2010

Adu taktik antara Carlo Ancelotti selaku Manajer Chelsea dengan Sir Alex Ferguson di Manchester United berlangsung hingga pekan terakhir. Memasuki pekan ke-38, kedua tim hanya dipisahkan jarak satu poin saja di papan klasemen.

Chelsea juara Liga Inggris 2009-2010

Man United butuh kemenangan atas Stoke City di Old Trafford, sementara Chelsea harus tumbang di tangan Wigan Athletic di saat bersamaan. Hasilnya sudah diketahui bersama, Si Biru menang telak 8-0 di Stadion Stamford Bridge, sehingga menggagalkan harapan United juara Liga Inggris empat musim berturutan.

Chelsea menuai 86 poin di klasemen akhir, selisih satu di atas Man United. Namun, Frank Lampard dan kawan-kawan unggul jauh dalam hal selisih gol, yakni 71 berbanding 58 milik Manchester United.

4. Liga Inggris 1998-1999

Musim ini banyak diingat berkat treble winners yang diraih Manchester United. Namun, tidak banyak yang mengingat selisih poin tipis antara Setan Merah dengan Arsenal di papan klasemen akhir Liga Inggris 1998-1999.

Manchester United juara Liga Inggris 1998-1999

Persaingan gelar juara juga ditentukan pada pertandingan terakhir alias pekan ke-38. Kedua tim hanya dipisahkan jarak satu angka saja memasuki pekan terakhir tersebut. Man United menjamu Tottenham Hotspur, sementara Arsenal menghadapi Aston Villa.

Kedua tim sama-sama meraih kemenangan pada partai terakhirnya tersebut. Man United mengalahkan Tottenham 2-1, sementara Arsenal menang 1-0 atas Aston Villa. Selisih satu poin tercipta di papan klasemen akhir, yakni 79 milik Man United berbanding 78 yang dikoleksi Arsenal.

3. Liga Inggris 1994-1995

Dominasi Man United di era Liga Inggris tidak terbantahkan. Selama dua musim berturutan, Setan Merah berhasil keluar sebagai juara. Hegemoni itu akhirnya runtuh di tangan Blackburn Rovers pada Liga Inggris 1994-1995.

Memasuki pekan terakhir, Man United hanya berselisih dua angka dari Blackburn Rovers yang berada di puncak klasemen. United punya keuntungan karena Blackburn Rovers bertandang ke markas Liverpool di pekan terakhir, sementara mereka melawat ke markas West Ham United.

Blackburn Rovers juara Liga Inggris 1994-1995

Blackburn Rovers pada akhirnya kalah 2-1 dari Liverpool, tetapi situasi tersebut gagal dimanfaatkan Man United yang ditahan imbang West Ham United. Tim yang diasuh Kenny Dalglish itu mengoleksi 89 poin sementara Man United hanya 88 angka.

Titel tersebut menjadi satu-satunya gelar juara liga bagi Blackburn Rovers sepanjang sejarah mereka hingga saat ini. Sementara Manchester United merengkuh 11 titel lagi hingga Liga Inggris 2012-2013.

2. Liga Inggris 1997-1998

Arsenal dan Man United lagi-lagi terlibat persaingan sengit hingga pekan terakhir Liga Inggris. Jarak satu poin kembali memisahkan kedua tim di papan klasemen akhir. Man United kali ini membuang keunggulan 12 angka hingga berhasil disalip Arsenal pada pekan ke-37.

Arsenal juara Liga Inggris 1997-1998

Titik balik terjadi ketika The Gunners menaklukkan Man United di Stadion Old Trafford pada 14 Maret 1998. Setelah partai itu, Arsenal menuai delapan kemenangan beruntun hingga akhirnya unggul empat angka pada pekan ke-37. Tentu saja selisih poin itu tidak bisa dikejar walau United menang di pekan terakhir.

Man United memetik poin penuh di markas Barnsley dengan skor 2-0 sementara di saat bersamaan Arsenal takluk 0-1 dari Aston Villa. Selisih poin memang menipis menjadi satu angka, tetapi Arsenal sudah memastikan gelar juara sepekan sebelumnya.

1. Liga Inggris 2011-2012

Gol Sergio Aguero di menit terakhir babak kedua laga kontra Queens Park Rangers (QPR) bakal dikenang lama oleh pendukung Manchester City. Pasalnya, gol tersebut memastikan titel Liga Inggris 2011-2012 singgah di Stadion Etihad, bukan ke tetangga mereka, Manchester United.

Setan Merah membuang keunggulan delapan poin hingga akhirnya berhasil disalip Man City. Hasil seri 4-4 melawan Everton pada pekan ke-34 banyak dianggap sebagai titik balik persaingan. Apalagi, City kemudian berhasil menang 1-0 saat kedua tim bertemu di pekan ke-35 hingga perolehan poin kedua tim sama persis.

Sergio Aguero mencetak gol di injury time

Di pekan terakhir, City menjamu QPR sementara Man United harus menang di markas Sunderland. Tugas tersebut dituntaskan dengan baik oleh Wayne Rooney dan kawan-kawan. Mereka menang tipis 1-0 di Stadium of Light dan menunggu hasil akhir dari laga di Stadion Etihad.

Ketika Man United mengakhiri pertandingan, Man City tengah mencatat hasil imbang 2-2. Sergio Aguero kemudian mematahkan hati para penggemar Man United dengan golnya di menit terakhir. Anak asuh Roberto Mancini unggul selisih gol, 64 berbanding 56 milik Man United dengan poin sama, yakni 89 angka.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini