nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arema FC Khawatir Langkah Satgas Antimafia Berujung Sanksi FIFA

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 18:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 02 49 2012997 arema-fc-khawatir-langkah-satgas-antimafia-berujung-sanksi-fifa-nEqjA7IrrQ.jpg Aremania (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

MALANG - Langkah Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola untuk membongkar skandal dugaan pengaturan skor membuat Arema FC was-was. Terbaru Satgas telah menyegel ruang kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS) yang menjadi operator penyelenggara Indonesia Soccer Championship (ISC) tahun 2016.

Media Officer Arema FC, Sudarmadji mengakui pihaknya sedikit khawatir adanya anggapan bahwa adanya intervensi di luar pihak PSSI oleh FIFA.

Arema FC (Foto: Twitter/Arema FC)

"Kami sebagai salah satu klub peserta Liga 1 merasakan kekhawatiran sama. Kami was-was dan takut pengalaman terkena sanksi dari FIFA. Sampai sekarang, para pengelola klub masih harus membangun kepercayaan para sponsor di tengah ujian skandal pengaturan skor," ujar Sudarmadji melalui siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (2/2/2019).

BACA JUGA: Bek Asal Jepang Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung

Meski demikian, pihak manajemen Singo Edan -julukan Arema FC, mendukung penuh langkah tim Satgas Antimafia Bola dan Komite Ad Hoc yang dibentuk PSSI.

 Arema FC (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

"Kami sangat mendukung upaya segera kolaborasi aktif antara Satgas dan Komite Ad Hoc Integrity PSSI," ucapnya.

Dirinya berharap penyelidikan yang dilakukan tim Satgas dan Komite Ad Hoc tidak berujung pada sanksi yang dijatuhkan kepada PSSI dan sepakbola Indonesia. Sebelumnya langkah tim Satgas Antimafia Bola yang dibentuk Polri telah berhasil menangkap beberapa orang dan menetapkan 11 orang tersangka terkait dugaan pengaturan skor.

"Jangan sampai sepakbola berujung sanksi sehingga membuat gairah kompetisi sebagai aset sepakbola kembali terhenti. Semua merugi. Kami optimis PSSI, Polri, Kemenpora akan segera memberikan solusi," tutupnya.

(ADP)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini