nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berakhir Ricuh, PS Tira VS PSIM Dihentikan

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 11 Desember 2018 20:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 11 49 1989924 berakhir-ricuh-ps-tira-vs-psim-dihentikan-ByTu3z5NjW.jpg Skuad PS Tira. (Foto: Instagram PS Tira)

BANTUL - Pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan PS Tira dalam lanjutan laga Piala Indonesia 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (11/12/2018) berakhir ricuh. Hal itu terjadi karena masuknya ratusan suporter PSIM ke dalam lapangan pertandingan. Aksi saling kejar-kejaran dan saling pukul pun tak terhindarkan.

Laga pertandingan antara kedua tim dalam babak 64 besar Piala Indonesia 2018 itu sebenarnya berjalan menarik. Kedua kesebelasan sama- sama ngotot untuk bisa memenangkan pertandingan. Akan tetapi sampai babak pertama berakhir kedudukan masih tetap sama tanpa ada gol.

Baca Juga: Kratingdaeng Sponsor Utama Piala Indonesia

Gol tercipta pada babak kedua untuk keunggulan PS Tira. Gol ini dicetak oleh Herwin Tri Saputra menit 52 dan Pandi Ahmad Lestaluhu menit 73.

Gol kedua ini pun memicu terjadinya kericuhan di dalam lapangan. Wasit Maulana Nugraha mengesahkan gol yang dilesakkan oleh Pandu Nugraha yang dianggap berbau offside. Saat itu sejumlah suporter yang tidak puas dengan keputusan wasit melakukan pelemparan botol air minum.

Menjelang 10 menit laga bubar suporter dan pendukung PSIM dari tribun sisi timur dan utara tampak melompati pagar dan merangsek masuk ke dalam lapangan. Menyusul keputusan wasit yang dianggap menguntungkan PS Tira. Saat itu pemain belakang PS Tira dianggap menyentuh bola dengan tangan atau handsball di area kotak pinalti.

Akan tetapi wasit tidak melihat dan mempedulikan hal itu. Akibatnya penonton dari tribun utara dan timur turun ke lapangan dan berusaha mengejar wasit. Mereka juga mengejar dan berusaha menyerang pemain PS Tira. Lantaran kalah jumlah, para pemain dan official PS Tira pun tampak kocar kacir bertahan sebisanya. Aksi saling pukul, tebdang pun tal terhindarkan.

Sejumlah penonton lain juga melakukan perusakan ke berbagai fasiltas pertandingan. Seperti papan skor dan terus melempari bom asap ke arah lapangan serta petugas yang kalah jumlah. Ada pula yang berusaha mengejar wasit ke dalam ruang ganti pemain namun dicegah sejumlah tentara.

Sejumlah suporter berjatuhan dan bergeletakan di lapangan saat aksi saling pukul itu. Mobil ambulance pun membawa dua orang suporter PSIM keluar lapangan.

"Kami harus hentikan pertandingan jarena laga tidak mungkun dilanjutkan," terang Pengawas Pertandingan Suprihatin.

Sejumlah oerangkat oertandinga seperti papan skor, papan iklan, dan gawang mengalami kerusakan berat. Pertandingan terpaksa dihentikan untuk kemenangan OS Tira dengan skor 2-0.

Pelatih PSIM Bonna Elisa Simanjuntak menyatakan sebenarnya pertandingan berjalan menarik. Dia juga mrlihat ada beberaoa keputusan wasit yang merugikan timnya. Salah satunya gol kedua yang diradakan offside.

"Saat gol kedua terjadi pemain kami ada di belakang wasit, tampak offside," ujar Bonna.

Bonna juga menyoroti adabya handsball pemain belakang PS Tira di dalam kitak pinalty. Semestiya wasit tegas dan memberikan hukuman kartu merah.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini