nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hal yang Dinanti di Piala AFF 2018, Nomor 2 soal Pelatih Kelas Dunia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 06 51 1973911 5-hal-yang-dinanti-di-piala-aff-2018-nomor-2-soal-pelatih-kelas-dunia-cCoajISqUv.jpg Pelatih Timnas Filipina Sven-Goran Eriksson (Foto: AFF Suzuki Cup)

TURNAMEN Piala AFF 2018 hanya tinggal menghitung hari. Edisi ke-12 turnamen sepakbola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut punya beberapa daya tarik yang akan semakin membuatnya digandrungi masyarakat.

Perlu diketahui, Piala AFF 2018 punya format baru. Jika dalam edisi terakhir masih berformat tuan rumah bersama dan kandang-tandang pada babak semifinal hingga final, maka kali ini format kandang-tandang diberlakukan sejak babak penyisihan grup.

(Baca juga: 4 Negara yang Pernah Keluar sebagai Kampiun Piala AFF, Nomor 1 Paling Sukses)

Setiap negara mendapat kesempatan tampil dua kali di kandang dan dua kali melawat ke markas lawan. Format baru tersebut dianggap akan memberikan kesempatan lebih besar bagi tim-tim kecil untuk meraup tiga angka bermodal dukungan suporter.

Tentu hal-hal menarik yang dinanti pada gelaran Piala AFF 2018 bukan hanya itu saja. Berikut adalah lima hal yang dinantikan sebelum sepak mula laga antara Kamboja vs Malaysia 8 November mendatang, dinukil dari situs resmi AFF Suzuki Cup, Selasa (6/11/2018).

5. Teka-teki juara bertahan Thailand

Sebagai tim paling sukses di Asia Tenggara, kiprah Thailand selalu dinanti dalam setiap penyelenggaraan Piala AFF (dahulu Piala Tiger). Apalagi, Tim Gajah Perang memutuskan untuk tidak membawa sejumlah bintangnya yang bermain di luar Thailand seperti Chanathip Songkrasin, Teerasil Dangda, dan Teerathon Bunmathan.

Timnas Thailand

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Thailand, Milovan Rajevac, memilih untuk mengandalkan pemain-pemain muda. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan jangka panjang serta fakta bahwa Thailand akan berpartisipasi pada Piala Asia 2019 di Qatar, Januari-Februari mendatang.

4. Duo pelatih Kamboja

Kabar mengejutkan datang dari Kamboja yang menunjuk duet Keisuke Honda dan Felix Dalmas sebagai pelatih. Nama yang disebut pertama tentu mengejutkan karena orang Jepang itu masih berstatus sebagai pemain di Melbourne Victory.

Duet Pelatih Timnas Kamboja Keisuke Honda dan Felix Dalmas

Laga pertama duet Keisuke Honda dan Felix Dalmas berakhir dengan kekalahan 3-1 atas Malaysia pada ajang uji coba internasional. Keduanya punya kesempatan untuk membalas dendam saat menjamu Malaysia di partai pembuka Piala AFF 2018 di Stadion Olympic, Phnom Penh.

3. Kebangkitan Vietnam

Bukan rahasia lagi kalau Vietnam saat ini bergantung pada generasi emas mereka. Juara Piala AFF 2008 itu cukup yakin apabila edisi ke-12 ini adalah saat yang tepat untuk merebut gelar kedua. Apalagi, Negeri Paman Ho tergabung di Grup A yang terbilang cukup ringan bersama Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Skuad Timnas Vietnam

Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, juga merasa beruntung karena diberkahi dengan talenta melimpah. Ia akan mengandalkan pemain-pemain yang membawa Vietnam mencapai peringkat tiga Piala Asia U-19 2016 serta runner-up Piala Asia U-23 2018.

Sama seperti Thailand, kiprah Vietnam juga patut untuk dinantikan. Sebab, Hang-seo bisa saja memakai skuad di Piala AFF 2018 sebagai batu loncatan untuk menghadapi Piala Asia 2019 sebagai satu dari tiga perwakilan Asia Tenggara.

2. Sven-Goran Eriksson

Federasi sepakbola Filipina mengangkat Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih kepala, beberapa pekan sebelum Piala AFF 2018. Kehadiran pelatih kelas dunia seperti pria asal Swedia tersebut tentu menambah daya tarik tersendiri bagi turnamen.

Sven-Goran Eriksson

Eriksson punya rekam jejak yang cukup mentereng di dunia kepelatihan. Klub Italia, SS Lazio, dan Timnas Inggris pernah merasakan tangan dinginnya sebagai pelatih. Satu gelar Liga Italia pada 2000-2001 bersama Gli Aquilotti sudah menjadi bukti sahih kelas dari Sven-Goran Eriksson.

Patut dinantikan bagaimana Eriksson mengangkat prestasi sepakbola Filipina. The Azkals terakhir kali lolos dari fase grup pada edisi 2014. Bermodalkan pemain-pemain naturalisasi, Filipina di bawah Eriksson bisa menjadi kuda hitam di Piala AFF 2018.

1. Keuntungan tuan rumah

Seperti sudah diterangkan di awal, format baru Piala AFF 2018 ini merupakan tantangan tersendiri bagi setiap tim. Pasalnya, keuntungan sebagai tuan rumah turnamen kini tidak ada lagi. Setiap peserta punya jatah keuntungan yang sama, yakni dua kali mentas di kandang.

Suporter Timnas Myanmar

Dukungan penuh suporter tentu bisa menjadi tambahan kekuatan buat tim-tim kecil hingga menengah seperti Kamboja, Myanmar, Laos, dan Timor Leste guna meraup poin penuh. Memanfaatkan status sebagai tuan rumah memang penting, tetapi perlu diingat bahwa mencuri poin di kandang lawan juga tidak boleh dilupakan begitu saja.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini