nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Cara agar Mourinho Tak Dipecat Man United, Nomor 1 Paling Krusial

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 19:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 45 1963275 5-cara-agar-mourinho-tak-dipecat-man-united-nomor-1-paling-krusial-4SjrDs6RRN.JPG Manajer Manchester United Jose Mourinho (Foto: Andrew Couldridge/Reuters)

JEDA internasional kali ini datang di waktu yang tepat bagi Manchester United. Sebab, para penggemar Setan Merah baru saja menyaksikan come back hebat yang dilakoni Ashley Young dan kawan-kawan kala meladeni Newcastle United dengan skor 3-2 di Stadion Old Trafford, Sabtu 6 Oktober 2018.

Para pemain kini setidaknya bisa meredakan tensi tinggi yang tengah hinggap di Carrington, markas latihan klub. Bagaimana tidak, dalam dua pekan terakhir gencar diberitakan kondisi ruang ganti Man United tengah panas gara-gara ulah sang manajer, Jose Mourinho.

(Baca juga: Ibrahimovic Beri Pembelaan untuk Mourinho)

Nama yang disebut terakhir tetap tidak bisa tenang selama jeda internasional. Sebab, orang Portugal itu masih harus meyakinkan manajemen Man United untuk setidaknya menetap di Old Trafford hingga akhir musim atau bahkan sampai kontraknya berakhir pada Juni 2020.

Mourinho perlu sedikit keajaiban untuk mengangkat Man United yang saat ini terjerembab di posisi delapan klasemen Liga Inggris 2018-2019. Jika gagal, Si Spesial bisa saja kembali menganggur dalam waktu dekat.

Berikut lima hal yang harus dilakukan Jose Mourinho agar tidak dipecat Man United, dilansir dari Sportskeeda, Jumat (12/10/2018).

5. Berhenti mengkritik pemain di media

Untuk seseorang yang punya segudang pengalaman, perilaku Mourinho yang kerap mengkritik pemainnya di depan publik harus segera diakhiri. Ketika klub tak bisa meraih hasil maksimal di lapangan, para pemain justru membutuhkan dorongan moral, bukan sebuah kritikan yang menjatuhkan mental.

Marcus Rashford

Pria kelahiran Setubal itu harus bisa memompa semangat, terutama para pemain muda seperti Marcus Rashford dan Scott McTominay, yang punya masa depan cerah. Perlu diketahui, kedua pemain itu dikritik oleh Mou sebagai ‘anak-anak yang tidak bisa menangani tekanan’.

4. Berhenti bereaksi pada kritik dan media

Mourinho harus sadar kalau media-media Inggris akan selalu menjadikan pelatih/manajer sebagai sasaran kritik. Para jurnalis media-media Inggris tentu saja dibayar untuk menulis sesuatu yang menghebohkan dan reaksi pria berusia 55 tahun itu malah semakin membuat mereka senang.

Jose Mourinho

Jose harus segera sadar kalau tidak semua kritikan media dan pengamat harus diberikan serangan balasan. Mungkin saja ia juga bisa menerapkan silenzio stampa atau bungkam terhadap pers seperti yang lazim dilakukan kolega-koleganya di Italia.

3. Berhenti mencari keributan dengan pemain sendiri

Salah satu topik utama pemberitaan media mengenai Man United belakangan ini adalah perseteruan Mourinho dengan Paul Pogba dan beberapa pemain lain. Perlu diketahui, Pogba adalah tipe pemain yang narsis serta egois. Apalagi, keberhasilannya membawa Prancis jadi juara dunia makin membuatnya besar kepala.

Paul Pogba dan Jose Mourinho

Mourinho harus paham dengan sifat anak asuhnya itu. Mau tidak mau, sang manajer tidak boleh menyentuhnya. Sebab, Pogba saat ini dianggap lebih penting oleh manajemen Man United. Betapa tidak, Il Polpo adalah atlet yang paling menjual sehingga bisa mendatangkan pemasukan komersil bagi klub.

2. Berhenti mengganti susunan pemain belakang

Keroposnya lini belakang Man United perlu disoroti secara khusus oleh Mourinho. Selain ketiadaan bek kelas dunia, sang manajer juga harus menghentikan kebiasaan mengutak-atik susunan empat pemain belakangnya. Sebab, empat pemain belakang yang rutin dimainkan akan bisa menjalin komunikasi yang lebih baik.

Jose Mourinho

Mourinho memang pantas mengeluhkan gagalnya transfer sejumlah pemain belakang incaran. Akan tetapi, bukan berarti ia harus terus bersedih. Mou bisa mulai memanfaatkan skuad yang ada dan membentuk susunan empat pemain belakang yang siap diturunkan setiap pekan.

1. Kembali menjadi Si Spesial

Perlu diingat, Jose Mourinho adalah manajer yang pernah memenangi dua kali Liga Champions bersama dua klub berbeda. Ia juga mampu membawa timnya memenangi liga di empat negara berbeda, yakni Portugal (Porto), Inggris (Chelsea), Italia (Inter Milan), dan Spanyol (Real Madrid).

Jose Mourinho

Mourinho mungkin perlu berkaca dan melihat seperti apa dirinya. Ia harus mampu mengingat cara untuk membuat dirinya kembali menjadi Si Spesial, begitu julukan yang diberikannya untuk diri sendiri saat pertama kali menukangi Chelsea pada 2004.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini