Cristiano Ronaldo Diduga Berikan Uang Tutup Mulut kepada Mayorga

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 03 51 1959014 cristiano-ronaldo-diduga-berikan-uang-tutup-mulut-kepada-mayorga-VSirATmAAI.jpg Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo. (Foto: Reuters)

LAS VEGAS – Pemberitaan mengenai kasus pemerkosaan yang melibatkan salah satu megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, dengan model asal Amerika Serikat (AS), Kathryn Mayorga, semakin memanas. Terbaru, pengacara Mayorga, Larissa Drohobyczer, mengaku kliennya baru membuka kembali kasus pemerkosaan tersebut karena dulunya sempat menerima uang tutup mulut dari Ronaldo.

Menurut pemaparan Drohobyczer, Mayorga sebenarnya sempat melapor ke kepolisian. Akan tetapi, ia justru menarik kembali laporan itu karena dipaksa oleh pihak Ronaldo untuk menandatangani kesepakatan perdamaian dengan imbalan 375 ribu dollar atau sekira Rp5,6 miliar.

Baca Juga: Kepolisian Las Vegas Buka Kembali Kasus Pemerkosaan Cristiano Ronaldo

Mayorga yang saat itu sedang rapuh secara emosi karena takut namanya dipublikasikan ke publik, mau tak mau menyetujui kesepatakan dari Ronaldo tersebut. Akan tetapi, kini ia memberanikan mengungkapkan kasus tersebut saat melakukan wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel.

Kini, menurut Drohobyczer, kasus pemerkosaan itu sedang ditangani oleh kepolisian Las Vegas. Ia mengatakan bahwa kesepakatan antara Ronaldo dengan Mayorga pada tahun 2009 itu tidak sah karena kliennya itu sedang dalam keadaan emosi yang tak menentu karena mendapatkan tekanan dari pihak mantan pemain Real Madrid itu.

“Dia (Mayorga) datang kepada kami dan kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi kepadanya pada tahun 2009. Begitu pun dengan penyelidikan polisi serta keadaan lingkungannya dan juga bagaimana negosiasi dilakukan,” ungkap Drohobyczer, dikutip dari Sportskeeda, Rabu (3/10/2018).

Ronaldo Borong 2 Gol Kemenangan Juventus atas Sassuolo

“Kami percaya bahwa dia tidak memiliki kapasitas untuk melakukan kesepakatan pada waktu itu karena emosinya yang sedang labil. Pada saat itu, Mayorga sedang mengalami kerusakan emosional, ketakutan, dan depresi setelah mendapatkan tekanan dari perwakilan Ronaldo,” tambahnya.

Sementara itu, Ronaldo sendiri telah menegaskan bahwa kasus pemerkosaan itu tak pernah terjadi sama sekali. Ia merasa bahwa Mayorga hanya memanfaatkan namanya untuk mendulang popularitas.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini