nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Liga Spanyol Sepakati Batasan Gaji Maksimal Setiap Klub

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 17:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 14 46 1950573 liga-spanyol-sepakati-batasan-gaji-maksimal-setiap-klub-BFPL31ZUK2.JPG Skuad Barcelona (Foto: Albert Gea/Reuters)

MADRID – Otoritas Liga Spanyol (LFP) memberlakukan aturan pembatasan pengeluaran gaji maksimal (salary cap) bagi 20 klub peserta sesuai kemampuan finansial mereka. Dalam pembatasan tersebut, dua klub raksasa Barcelona dan Real Madrid diberi sedikit kelonggaran oleh penyelenggara Liga Spanyol.

Batasan gaji untuk para personel, termasuk pemain di tim muda dan staf pelatih, itu dikeluarkan berdasarkan kesepakatan antara LFP dan klub peserta di awal musim. Untuk musim ini, beban gaji Barcelona dibatasi sebesar 632 juta Euro (setara Rp11 triliun) per tahun.

Melansir dari Football Espana, Jumat (14/9/2018), pengeluaran gaji maksimal Barcelona lebih tinggi 66 juta Euro dibandingkan rival abadinya, Real Madrid. Los Blancos hanya diizinkan mengeluarkan maksimal 566 juta Euro (setara Rp9,8 triliun) per tahun untuk menggaji para personelnya.

Skuad Real Madrid

(Foto: Javier Barbancho/Reuters)

(Baca juga: Cara Singkat Asensio Ucapkan Salam Perpisahan kepada Cristiano Ronaldo)

Batasan maksimal kedua klub terpaut jauh dengan pesaingnya di Liga Spanyol. Atletico Madrid hanya diperbolehkan membayar total 293 juta euro (setara Rp5 triliun), Valencia dibatasi 164 juta euro (setara Rp2,83 triliun), dan Sevilla maksimal mengeluarkan 162 juta euro (setara Rp2,8 triliun) per tahun.

Klub dengan batasan pengeluaran gaji paling ketat adalah tiga tim promosi, yakni Real Valladolid, Huesca, dan Rayo Vallecano. Valladolid menjadi yang terendah dengan hanya boleh mengeluarkan 23 juta euro (setara Rp398 miliar) saja. Sementara Huesca dibatasi 29 juta euro (setara Rp501 miliar) dan Vallecano cukup membayar 33 juta euro (setara Rp571 miliar) per tahun.

Skuad Atletico Madrid

LFP diketahui sudah menerapkan aturan pembatasan gaji maksimal untuk setiap klub sejak 2013. Hal itu dilakukan agar setiap klub peserta mengeluarkan gaji sesuai dengan kemampuan mereka agar tidak ada kasus penunggakan.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini