nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

8 Fakta Di Balik Kemenangan Timnas Indonesia U-16, Nomor 2 Jadi Catatan

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 20:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 10 51 1934889 8-fakta-dibalik-kemenangan-timnas-indonesia-u-16-nomor-2-jadi-catatan-L7OizjpRll.jpeg Suasana laga Timnas Indonesia U-16 vs Malaysia. (Foto: Aviristia Midaada/Okezone)

SIDOARJO - Kemenangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 atas sang rival Malaysia di semifinal Piala AFF U-16 2018 memunculkan fakta menarik. Berikut ragam fakta menarik dibalik pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada Kamis 9 Agutstus 2018 malam WIB.

8. Timnas Malaysia U-16 Terapkan Strategi Bertahan


Entah sengaja atau tidak pelatih Timnas Malaysia U-16, Raja Azlan, menerapkan strategi bertahan di laga melawan Timnas Indonesia U-16. Hal ini membuat serangan Timnas Indonesia U-16 mengalami beberapa kali kebuntuan.

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini, mengaku terkejut taktik yang diterapkan Malaysia, yang dianggapnya tak biasa dijalankan Malaysia selama fase grup Piala AFF U-16.

"Pertandingan yang berat kali ini, kami berharap Malaysia bermain terbuka tapi ternyata mereka punya taktik sendiri dengan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik," ujar Fakhri.

Sementara itu Pelatih Timnas Malaysia U-16 Raja Azlan beralasan timnya dipaksa bertahan dengan serangan - serangan dari David Maulana cs di lapangan.

"Pertandingan berjalan sulit. Kami bertahan dengan bagus. Kami memang harus bertahan karena Indonesia bermain menyerang dengan bagus," ungkap Raja Azlan.

7. Serangan Sayap Timnas Indonesia U-16

Anak asuh Fakhri Husaini mencoba membongkar pertahanan Timnas Malaysia U-16 yang digalang oleh sang kapten Ali Imran Sukari dan Dinesh Baskaran.

Beberapa kali penetrasi Mochammad Supriadi dan Yudha Febrian di sisi kiri, serta Fajar Fathur dan Bagas Kaffa di sisi kanan kerap kali memaksa dua sayap Malaysia turun jauh ke bawah membantu pertahanan. Namun selama 40 menit babak pertama, tak ada gol yang tercipta bagi kedua tim.

"Beberapa kali kami bisa masuk dari sisi sayap kanan dan kiri. Hanya Malaysia kompak dalam bertahan. Jujur kami berharap lebih mudah menghadapi tim - tim yang bermain terbuka," tutur pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini.

6. Absennya Gelandang Andalan Malaysia

Timnas Indonesia U-16 sedikir diuntungkan dengan absennya satu pemain tengah Timnas Malaysia U-16, Muhammad Fahmi Daniel Mohd Zaaim yang terkena kartu merah di laga terakhir fase grup B lawan Laos.

Praktis perebutan bola di lini tengah menjadi milik gelandang - gelandang energik Garuda Muda seperti Andre Oktaviansyah, David Maulana, hingga Brylian Dwiki Aldama.

Beruntung Malaysia mempunyai pertahanan yang kokoh, disamping itu peran pemain tengah Malaysia, Megat Syafique dan Muhammad Azrul Haikal sebagai pemutus serangan, cukup membuat David Maulana kolega kesulitan menembus kotak penalti lawan.

5. Pergantian Sejumlah Pemain di Babak Kedua

Mengawali pertandingan babak kedua, Pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri memasukkan nama Sutan Zico menggantikan pemain sayap kanan Fajar Fathur dan menggeser Bagus Kahfi bermain di posisi Fajar.

Di menit 60, giliran Andre Oktaviansyah yang ditarik keluar digantikan Hamsa Medari Lestaluhu. Pergantian dua kali dengan tipikal pemain berbeda ini, sedikit membuat serangan Timnas Indonesia U-16 kian bervariasi.

Hasilnya memang terbukti, masuknya Sutan Zico yang bertipikal target man dan penyerang pantul membuat serangan sayap dan dari lini kedua Indonesia lebih atraktif.

Beberapa kali sektor sayap kanan yang ditempati dua saudara kembar Bagus-Bagas memaksa Timnas Malaysia U-16 bertahan total. Sutan Zico yang diplot sebagai goal getter pun menjalankan tugasnya dengan baik.

Hamsa Medari Lestaluhu yang beroperasi di tengah pun, mampu membantu David Maulana dalam membagikan bola untuk mengatur serangan Garuda Muda.

"Di lini tengah saya perlu adanya perubahan sedikit. Saya butuh pemain lain yang bisa pegang bola dan membantu David untuk menekan Malaysia," jawab Fakhri mengenai alasan pergantian pemain yang dilakukannya.

4. Gol Amirudin Bagus Kahfi

Sebuah penetrasi dari Mochammad Supriadi diakhiri dengan pelanggaran oleh sang penjaga gawang Timnas Malaysia U-16 Abdul Alim Al Amri Ali di kotak penalti. Alhasil wasit Richard Del Fonso Joson asal Filipina menunjuk titik putih sebagai tanda penalti.

Bagus Kahfi yang maju sebagai eksekutor penalti berhasil menuntaskan tugasnya, meski arah bola ditebak sang penjaga gawang tapi bola meluncur deras ke pojok kiri sang kiper.

Gol Bagus menit ke-72 ini sekaligus kian memantapkan posisi pemain yang memperkuat Chelsea Soccer Academy ini di puncak top skor Piala AFF U-16 dengan torehan 12 gol dari 6 laga.

3. Tangisan Haru Brylian Dwiki di Konferensi Pers

Kemenangan Timnas Indonesia U-16 atas sang rival, ternyata memberikan cerita haru tersendiri bagu Brylian. Remaja kelahiran Surabaya ini mengaku performanya di lapangan berkat andil sang mendiang ibunya yang telah wafat.

"Kemenangan ini saya persembahkan untuk almarhumah mama, keluarga saya, dan masyarakat Indonesia," tutur Brylian sembari menangis saat menyampaikan konferensi pers.

Menurutnya, sang mendiang ibunya kerap kali yang mendukung langkahnya menjadi pemain sepakbola. Bahkan Brylian, mengungkapkan sang ibunda rela menemaninya di pinggir lapangan saat berlatih.

"Saya ingat almarhumah mama saya biasanya kalau saya latihan di Stadion Gelora Delta, selalu ditemani di pinggir lapangan. Dan malam ini saya mengukir prestasi, tapi beliau sudah enggak ada. Tapi mungkin dia lihat dari atas, saya harap mama saya bisa bahagia di sana," terangnya sambil tak kuasa menahan air matanya.

2. Penonton Nyanyikan Lagu Hinaan ke Malaysia

Tak dipungkiri rivalitas Indonesia Malaysia sudah mendarah daging selain di dalam lapangan. Sebelum semifinal Piala AFF U-16 kemarin, peristiwa postingan bendera merah putih terbalik oleh salah satu pemain Timnas Malaysia U-16 di akun media sosial instagram pribadinya membuat hubungan Malaysia dan Indonesia menghangat.

Hasilnya tersaji di pertandingan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, nyanyian bernada hinaan menyamakan Malaysia dengan salah satu hewan menyeruak di se-antero stadion.

"Malaysia itu an**ng," demikian nyanyian para penonton.

Lagu inilah yang membuat Timnas Malaysia U-16 sedikit tak nyaman di awal laga. Hal ini diakui oleh sang Pelatih Timnas Malaysia U-16 Raja Azlan Shah.

"Saya rasa pada awal ada sorakan dan nyanyian yang kurang enak," ujar Raja Azlan.

Namun dirinya meminta pemain untuk tetap fokus dan akhirnya tak terganggu sedikit pun oleh nyanyian hinaan penonton Timnas Indonesia U-16 yang berlangsung sepanjang pertandingan.

"Awal - awal sempat terganggu. Tapi kita lebih berfokus ke pertandingannya dan akhirnya tak terganggu," jelas kapten tim, Ali Imran Sukari, saat konferensi pers.

1. Sejumlah Suporter Rela Menginap di Stadion

Tak dipungkiri laga Timnas Indonesia U-16 melawan Malaysia di semifinal Piala AFF U-16 menyajikan laga gengsi kedua negara serumpun. Alhasil masyarakat pun berbondong - bondong datang untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Bahkan demi mendapatkan tiket pertandingan, masyarakat rela menginap di area luar Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Sebuah postingan di media sosial instagram @bakatbolaindo menyebutkan antrian pembeli tiket sudah terjadi sejak pukul 00.30 WIB Kamis dini hari. Padahal loket tiket baru dibuka oleh Panpel pukul 09.00 WIB.

Salah seorang penonton yang dijumpai okezone, Faisal Bagus mengaku harus mengantri tiket Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. "Dari jam 04.00 WIB baru dapat sekitar pukul 09 30 WIB. Cukup pengorbanan juga demi Indonesia mas. Semoga Indonesia juara," terang pemuda asal Sidoarjo ini.

Bahkan antusiasme penonton memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak se-dunia di turnamen junior U-16 memecahkan laga sebelumnya antara Timnas Indonesia U-16 melawan Timnas Timor Leste U-16 dengan jumlah penonton yang hadir di laga lawan Malaysia mencapai 22.978 penonton.

1 / 8

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini