nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelatih Malaysia Akui Dipaksa Bertahan Akibat Serangan Timnas Indonesia U-16

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 10 Agustus 2018 00:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 10 51 1934422 pelatih-malaysia-akui-dipaksa-bertahan-akiba-serangan-timnas-indonesia-u-16-60ipWPJNpz.jpg Raja Azlan Shah Raja So'ib dan Ali Imran Sukari (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

SIDOARJO - Pelatih Malaysia, Raja Azlan Shah Raja So'ib mengakui pertandingan melawan Timnas Indonesia U-16 di laga semifinal Piala AFF U-16 2018, berjalan sulit dan alot. Serangan Timnas Indonesia U-16 membuat Malaysia harus bertahan dengan rapat. Beruntung pemain Malaysia mampu bertahan dengan baik.

"Pertandingan berjalan sulit. Kami bertahan dengan bagus. Kami memang harus bertahan karena Indonesia bermain menyerang dengan bagus," ujar Raja Azlan saat konferensi pers di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (10/8/2018).

Timnas Indonesia U-16 vs Malaysia (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

Meski tertekan Raja mengapresiasi daya juang anak asuhnya yang mampu mencuri beberapa peluang melalui skema serangan balik. "Kami bisa memberikan perlawanan ke Indonesia melalui serangan balik," lanjut Raja.

 BACA JUGA: Timnas Indonesia U-16 Akui Sempat Kesulitan Hadapi Taktik Bertahan Malaysia

Ia menilai Timnas Indonesia U-16 mampu mengorganisir serangan dengan baik sehingga membuat anak asuhnya kerepotan. "Indonesia bisa mengorganisasi serangan cukup bagus. Itu yang kerap menyulitkan pertahanan kita. Tapi kita bisa atasi itu meski sedikit kerepotan," tuturnya.

Timnas Indonesia U-16 vs Malaysia (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

Sementara itu, kapten Malaysia Ali Imran Sukari mengungkapkan serangan Timnas Indonesia U-26 cukup bagus, namun timnya bermain bagus dalam bertahan.

"Pertahanan kami cukup bagus, Indonesia bermain menyerang dengan semangat karena bermain di hadapan penonton. Kami bermain bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik," pungkasnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini