Ini Fakta Band Punk Pussy Riot Penerobos Final Piala Dunia 2018

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 14:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 16 350 1922946 ini-fakta-band-punk-pussy-riot-penerobos-final-piala-dunia-2018-S2NNZhWucs.jpg Petugas mengamankan penerobos final Piala Dunia 2018 (Foto: AFP)

MOSKOW – Partai final Piala Dunia 2018 dihebohkan dengan aksi penerobosan empat orang berseragam polisi yang masuk ke dalam lapangan. Keempat orang tersebut kemudian diketahui identitasnya sebagai anak band beraliran punk yang bernama Pussy Riot. Band punk asal Rusia tersebut nyatanya memiliki misi tersendiri dalam aksi penerobosan itu.

Empat orang personel band Pussy Riot menerobos lapangan saat pertandingan memasuki menit ke-51. Keempat orang tersebut terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki. Mereka berlari menghampiri para pemain yang berada di tengah lapangan, sebelum pada akhirnya ditarik keluar oleh petugas. Meski begitu, salah satu dari personel tersebut sempat melakukan tos dengan pemain Timnas Prancis, Kylian Mbappe.

(Baca juga: Trofi Golden Ball, Gelar Hiburan di Piala Dunia)

Berbeda dengan aksi penerobosan para suporter pada umumnya yang hanya ingin bersalaman, berfoto, meminta tanda tangan dari pesepakbola, atau hanya sekadar iseng mencari sensasi, Pussy Riot memiliki misi untuk menyuarakan tuntutan mereka. Selama ini, Pussy Riot dikenal sebagai band yang vokal menyuarakan berbagai isu sosial, seperti LGBT, tindakan dictator, hingga Anti-Putin.

Penerobos final Piala Dunia 2018

Maka dari itu, final Piala Dunia 2018 pun dianggap oleh Pussy Riot sebagai momen yang tepat untuk mencuri perhatian dunia terkait aksi-aksi mereka selama ini. Aksi penerobosan partai final Piala Dunia 2018 menjadi bagian dari agenda mereka dalam melakukan tuntutan, yang mana hal itu disampaikan di akun Twitter Pussy Riot.

(fmh)

Berita Terkait

Piala Dunia 2018

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini