Davor Suker Bangga dengan Perjuangan Kroasia di Piala Dunia 2018

Ezha Herdanu, Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 12:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 16 350 1922886 davor-suker-bangga-dengan-perjuangan-kroasia-di-piala-dunia-2018-0SR5icEZVG.jpg Timnas Kroasia (Foto: AFP)

MOSKOW – Timnas Kroasia harus mengubur dalam-dalam impian mereka meraih titel juara Piala Dunia 2018. Pasalnya di pertandingan final, Kroasia harus mengakui keunggulan lawannya, Prancis, dengan skor akhir 2-4.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Luzhniki pada Minggu 15 Juli 2018 malam WIB, Kroasia sejatinya sangat diunggulkan untuk keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2018. Namun mereka harus melihat gawang mereka dibobol sebanyak empat kali oleh Prancis.

Timnas Kroasia

Gol-gol Prancis tersebut hadir dari Mario Mandzukic (gol bunuh diri), Antoine Griezmann, Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara dua gol balasan Kroasia tercipta melalui aksi dari Ivan Perisic dan Mandzukic.

Baca Juga: Modric: Kroasia Tampil Lebih Baik ketimbang Prancis di Final Piala Dunia 2018!

Kekalahan tersebut pun memaksa Kroasia harus mengurungkan rencana mereka untuk menjadi juara baru di Piala Dunia. Meski akhirnya gagal jadi juara Piala Dunia 2018, tidak membuat publik Kroasia merasa kecewa dengan pencapaian Luka Modric dan kolega.

Salah satu sosok yang berhasil dibuat bangga dengan pancapaian Kroasia di Piala Dunia 2018 adalah legenda mereka sendiri, yakni Davor Suker. Suker yang juga menjabat Presiden Federasi Sepakbola Kroasia merasa sangat bangga dengan perjuangan Timnasnya.

Timnas Kroasia

“Saya merasakan luapan emosi. Melihat skor, saya kira ini ketidakadilan. Anda harus memberi selamat pada para pemain dan pelatih timnas Prancis. Saya pikir tim terbaik yang menang hari ini,” ucap Suker, seperti disadur dari BBC Sport, Senin (16/7/2018).

Baca Juga: Begini Emosinya Pemain Timnas Kroasia terhadap Perusuh yang Masuk ke Lapangan

“Kami harus menghargai VAR dan kami hanya tidak beruntung, itulah yang bisa saya katakana. Sekarang para politisi punya waktu untuk memikirkan kapan kami akan memiliki stadion nasional pertama,” sambung pria berusia 50 tahun tersebut.

“Saya akan jadi presiden (federasi) paling bahagia di dunia jika kami mendapat sedikit bantuan dalam hal infrastruktur, dengan membangun lapangan ofisial. Itu bukan tugas mudah. Kami juga ingin membangun fasilitas pemusatan latihan nasional. Namun anda tak bisa membangun jika tak mendapat ijin,”tutupnya.

(mrh)

Berita Terkait

Piala Dunia 2018

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini