Modric: Perang Membuat Saya Lebih Kuat

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 06:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 13 350 1921737 modric-perang-membuat-saya-lebih-kuat-VDtIiPGbZk.jpg Luka Modric (Foto: Reuters)

MOSKOW – Keberhasilan Timnas Kroasia mencapai partai final Piala Dunia 2018 mencuatkan nama kapten mereka, Luka Modric, sebagai salah satu pemain terbaik dalam turnamen ini. Meski begitu, tak banyak yang mengetahui bahwa Modric sebenarnya adalah anak korban perang yang terjadi di negaranya pada medio 90-an.

Seperti diketahui, Negara Kroasia baru terbentuk pada 1991. Pada Desember 1991, kala Modric masih berusia enam tahun, terjadi Perang Balkan yang membuat masa kecil gelandang Real Madrid itu menderita. Modric mengungkapkan bahwa masa kecilnya dihiasi dengan suara dentuman bom. Ia bahkan mengaku kerap mencari ranjau dengan saudara perempuannya ketika sedang berjalan-jalan.

(Baca juga: Perang Jadi Faktor yang Membentuk Mental Kuat Pemain Kroasia di Piala Dunia 2018)

Luka Modric

Tidak hanya itu, Modric beserta keluarganya bahkan harus mengungsi karena perang tersebut. Momen yang paling tidak bisa dilupakan Modric dalam peristiwa tersebut adalah saat kakeknya ditembak mati di depan matanya sendiri. Ia mengungkapkan bahwa masa kecilnya penuh dengan kekelaman karena perang. Akan tetapi, hal tersebut diakuinya membuatnya menjadi lebih kuat.

“Perang itu membuat saya lebih kuat. Saya tidak bisa membayangkan keluarga saya menderita dengan saya untuk waktu yang lama,” ujar Modric, seperti dilansir dari Sportskeeda, Jumat (13/7/2018).

Luka Modric

Maka dari itu, tak perlu heran jika melihat performa Timnas Kroasia yang luar biasa dalam gelaran Piala Dunia 2018. Pasalnya, cukup banyak pemain di skuad Kroasia saat ini adalah anak-anak korban perang. Bahkan, bek Kroasia, Dejan Lovren, mengungkapkan kalau hal tersebut yang justru membentuk mentalitas luar biasa tim ini.

Hidup Modric sendiri penuh dengan perjuangan. Sewaktu kecil, ia sempat diremehkan tak cocok bermain sepakbola karena fisiknya yang kecil dan lemah, serta sifatnya yang pemalu. Akan tetapi, ia pantang menyerah dan memiliki tekad kuat untuk membuktikan kalau dirinya bisa menjadi pemain besar, meski memiliki tubuh yang kecil. Kini, hal tersebut telah terwujud kala ia membawa negaranya menuju laga puncak Piala Dunia 2018.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini