Harry Kane Disebut Jadi Biang Kekalahan Inggris dari Kroasia di Semifinal Piala Dunia 2018

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 02:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 13 350 1921714 harry-kane-disebut-jadi-biang-kekalahan-inggris-dari-kroasia-di-semifinal-piala-dunia-2018-gw9EtNjxqJ.jpg Harry Kane (Foto: Reuters)

LONDON – Tersingkirnya Inggris dari gelaran Piala Dunia 2018 membuat sejumlah pihak lekas mencari ‘kambing hitam’ untuk disalahkan. Seperti diketahui, Inggris tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah ditumbangkan Kroasia 1-2. Menanggapi kekalahan tersebut, mantan Pelatih Timnas Inggris, Sam Allardyce, menunjuk sang kapten, Harry Kane, sebagai sosok yang paling bertanggung jawab.

Allardyce menerangkan bahwa Inggris sebenarnya berpeluang besar untuk melaju ke partai final seandainya tim berjuluk The Three Lions itu lebih klinis lagi dalam melakukan penyelesaian akhir. Terlebih lagi, Inggris telah unggul 1-0 lebih dulu berkat gol cepat Kierran Trippier dari tendangan bebas.

(Baca juga: Postingan Media Sosial Harry Kane Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2018)

Inggris vs Kroasia

Selain itu, Allardyce juga menilai Inggris sebenarnya sudah bermain cukup bagus dengan mengkreasikan sejumlah peluang. Hanya saja, ia menyayangkan penyelesaian akhir yang buruk dari Kane. Menurutnya, Kane memiliki kesempatan emas untuk membawa Inggris unggul 2-0. Seandainya peluang yang dimiliki Kane tersebut dapat berbuah gol, maka ia yakin itu akan mengakhiri perjuangan Kroasia.

“Apa yang menjadi lawan kami adalah kualitas finishing kami sendiri dalam open play. Itu mengecewakan kami. Jika kami unggul 2-0, saya tidak berpikir ada peluang bagi Kroasia untuk pulih dari itu. Khususnya gagalnya peluang ganda dari Harry. Sebagai striker, Anda dipekerjakan untuk tidak melewatkan peluang itu ketika mereka datang,” ucap Allardyce, menukil dari Talk Sport, Jumat (13/7/2018).

Timnas Inggris

“Saya tidak ingin bersikap tidak ramah kepada Harry Kane, karena dia benar-benar striker yang brilian, namun Raheem Sterling berada dalam posisi yang jauh lebih baik dan bola kecil di kotak itu hanya butuh sedikit sentuhan untuk membuatnya lebih pasti (masuk ke dalam gawang),” tukas pria 63 tahun itu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini