5 Alasan Kroasia Bisa Juara Piala Dunia 2018, Nomor 1 Modal Utama

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 17:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 51 1921527 5-alasan-kroasia-bisa-juara-piala-dunia-2018-nomor-1-modal-utama-Tb7DWtuMcc.jpg Timnas Kroasia (Foto: AFP)

TIM Nasional (Timnas) Kroasia memang layak mendapat pujian selama gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia. Mereka tidak diragukan lagi menjadi kuda hitam yang tersukses di Piala Dunia tahun ini. Keberhasilannya melangkah ke final tidak lepas dari kehebatan mereka dalam menumbangkan tim-tim favorit di babak-babak sebelumnya.

Meski sering diabaikan sebagai salah satu tim paling berbahaya dalam kompetisi, mereka sudah memiliki penampilan luar biasa sejak babak penyisihan grup. Sempat bermain ketat saat melewan Denmark dan Rusia, tetapi Kroasia mampu lolos dari lubang jarum melalui adu penalti.

Akan tetapi, kemenangan Kroasia atas Inggris dengan skor 2-1 di semifinal, telah membuktikan diri bahwa mereka siap untuk bertarung merebut trofi Piala Dunia. Pada partai puncak mereka akan berjumpa tim kuat lainnya yakni Prancis.

Lalu apa yang bisa membuat Kroasia akan menjuarai Piala Dunia 2018. Berikut lima alasan Kroasia bisa memenangkan Piala Dunia 2018 Rusia.

5. Pertahanan yang Fleksibel

Kroasia memiliki salah satu pertahanan paling diremehkan di dunia. Dipimpin oleh kiper AS Monaco yakni Danijel Subasic, mereka mampu membuat pertahanan yang fleksibel dan sangat berpengalaman. Meski diisi para pemain yang telah menua, tetapi penggawa bek Kroasia setidaknya masih bisa mengimbangi kecepatan para penyerang lawan dengan keterampilan teknis dan fisik yang cukup mumpuni.

Sepanjang turnamen, pelatih Kroasia yakni Zlatko Dalic selalu mengubah taktiknya di setiap pertandingan untuk beradaptasi dengan kondisi permainan. Akan tetapi tidak semua taktik berhasil. Seperti yang ditunjukkan dalam pertandingan mereka melawan Rusia, di mana bek tengah tidak cukup cepat untuk menangani kelincahan Aleksandr Samedov dan Denis Cheryshev, dan terkadang gagal.

Meski demikian, mereka memiliki seorang kiper berbakat seperti Subasic yang mampu menyelamatkan gawang mereka dari kebobolan.

Danijel Subasic

4. Kekuatan di Sisi Sayap

Berkaca pada 2014, Kroasia memiliki masalah besar dalam hal sisi sayap. Hal tersebut yang membuat mereka pada akhirnya harus tersingkir di Piala Dunia Brasil. Mereka tidak memiliki wingers alami dan harus bergantung dengan Luka Modric dan Ivan Rakitic, untuk menciptakan peluang mereka di lini tengah.

Akan tetapi Kroasia mampu memperbaiki tersebut di bawah asuhan Dalic. Ia mencoba untuk mengarahkan Ivan Perisic dan Ante Rebic yang telah menjalin kemitraan besar di sisi sayap. Tidak seperti masa lalu, pemain sayap Kroasia menciptakan peluang secara teratur, melalui serangan balik dan dengan cepat maju bermain dengan gelandang menyerang.

Selain keterampilan mereka sebagai pemain sayap, baik Perisic dan Rebic sangat fleksibel dan dapat bermain di posisi lain. Perisic sendiri bermain di sayap kiri, sementara Rebic di kanan. Tetapi mereka bisa menunjukkan fleksibilitas dengan memungkinkan untuk bertukar posisi kapan pun mereka diperlukan. Hal ini tentu membuat lawan menjadi bingung.

Timnas Kroasia

3. Skuad Berpengalaman

Kroasia memiliki skuad yang berpengalaman dibandingkan dengan tim lain. Mereka memiliki rata-rata usai pemain yakni 28 tahun. Pengalaman yang dimiliki pemain senior Kroasia tentu akan sangat membantu, karena sebagian besar dari mereka terbukti melakukan secara konsisten pada tingkat tinggi.

Contoh paling menonjol dari skuad pengalaman tersebut ada di lini tengah, yang ditempati Luka Modric, Ivan Rakitic, dan Marcelo Brozovic. Baik Modric dan Rakitic telah menjadi starter yang tidak diragukan lagi. Keduanya memperkuat dua klub besar Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona. Brozovic sendiri telah menjadi bagian reguler dari Inter Milan.

Pilihan di bangku cadangan untuk lini tengah masih ada Mateo Kovacic yang merupakan pemain Madrid. Ada pula kapten Fiorentina yakni Milan Badelj juga Vedra Corluka yang memiliki lebih 100 penampilan bersama Kroasia.

Selain itu pada baris terdepan ada pemain Juventus, Mario Mandzukic dan Ivan Perisic yang bermain di Inter Milan. Ada pula kemitraan Domagoj Vida dan Dejan Lovren yang mengisi jantung pertahanan. Ada pula sang kiper Danijel Subasic yang telah bermain untuk Kroasia sejak 2009.

Luka Modric

2. Ketelitian Dalic dalam Game Plan

Zlatko Dalic belum lama menangani Kroasia. Meski hanya baru melatih selama delapan bulan, Dalic mampu mengantarkan Kroasia melaju ke Piala Dunia setelah mengalahkan Yunani di babak playoff zona Eropa. Hal ini pun dapat dikaitkan dengan fakta bahwa mantan gelandang bertahan Kroasia itu dengan cermat merencanakan taktik dan strategi untuk setiap pertandingan.

Tidak seperti pelatih lainnya, ia tidak memainkan Kroasia dalam formasi 4-2-3-1 yang ketat, tetapi lebih longgar dengan mempertahankan formasi 4-1-2-2-1 dengan pemain sayap. Strategi itu pun lebi mendasarkan timnya di lini tengah, bukan striker, yang harus membuat peluang sendiri.

Dalic mengharapkan sayap di sisi untuk memanfaatkan ruang dan menyilangkan bola untuk striker, sementara gelandang tenga mencoba menciptakan ruang di tengah. Strategi ini telah terbukti bekerja berulang kali, karena serangan Kroasia telah mematikan di Piala Dunia.

Satu hal unik tentang Dalic adalah bahwa ia mengubah taktiknya sesuai dengan lawan-lawannya. Ia dapat mengubah bagaimana rencana bermain Kroasia tergantung pada lawan.

Zlatko Dalic

1. Dominasi di Lini Tengah

Lini tengah tidak disangkal sebagai jantung sebuah tim. Karena ini adalah gerbang antara pertahanan dan serangan. Gelandang Kroasia yang dimotori Luka Modric secara konsisten mampu bekerja baik dan tidak dapat disangkal mereka juga memiliki Ivan Rakitiv yang merupakan pekerja keras. Belum lagi mereka memiliki Milan Badelj dan Marcelo Brozovic yang telah menjalani kesuksesan di Liga Italia.

Pada Piala Dunia 2018, Kroasia telah menggunakan formasi 4-3-3, dengan lini tengah standar yang memiliki dua gelandang tengah dan satu gelandang bertahan. Modric dan Rakitic adalah dua andalan di posisi gelandang tengah, dengan kapten Kroasia memainkan peran aktif untuk mencoba dan menciptakan peluang. Sementara Rakitic mencoba untuk memajukan permainan dari lini pertahanan ke lini tengah dengan membuat umpan cepat di tengah saat bertahan dan menyerang jika dibutuhkan.

Dalam peran gelandang bertahan ada salah satu dari Milan Badelj atau Marcelo Brozovic, dan tergantung pada siapa yang bermain. Namun keduanya memilii peran berbeda. Badelj adalah gelandang yang sangat defensif, dan dia teap kembali saat serangan sedang berlangsung untuk mencegah serangan balik. Sementara Brozovic memainkan pertandingan dengan maju ke depan bersama gelandang lainnya.

Bahkan jika mereka kehilangan para gelandang terbaiknya, mereka masih memiliki dua gelandang berbakat yakni Mateo Kovacic dan Filip Bradaric. Kovacic dapat memainkan peran sebagai salah satu dari dua gelandang tengah, sementara Bradaric sangat fleksibel bermain di posisi siapa pun di lini tengah.

Luka Modric dan Ivan Rakitic

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini