Legenda Sepakbola Inggris Pede The Three Lions Juara Piala Dunia 2018

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 21:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 11 350 1921114 legenda-sepakbola-inggris-pede-the-three-lions-juara-piala-dunia-2018-023FDsbfZC.jpg Timnas Inggris (Foto: Reuters)

MOSKOW – Euforia luar biasa ditunjukkan oleh pendukung Timnas Inggris sepanjang gelaran Piala Dunia 2018 berlangsung. Maklum saja, pasalnya dalam perhelatan kali ini Inggris mampu tampil luar biasa dan melaju jauh hingga babak semifinal. Bahkan, legenda sepakbola Inggris, Peter Shilton, yakin kalau negaranya akan mampu menjadi juara Piala Dunia 2018.

Dengan performa yang ditampilkan skuad Inggris saat ini, Shilton percaya kalau Harry Kane akan mampu melakukan hal yang sama dengan Bobby Moore pada 1966, yakni mengangkat trofi Piala Dunia. Meski tim berjuluk The Three Lions itu harus melewati hadangan Kroasia terlebih dahulu di semifinal, namun ia percaya kalau Inggris akan mampu menantang Prancis di partai puncak.

(Baca juga: Ini Pandangan Mourinho Terkait Laga Kroasia vs Inggris)

Timnas Inggris 1966

“Saya bisa membayangkannya (melihat Harry Kane mengangkat trofi Piala Dunia). Ini terlihat seperti semuanya menunjuk ke sana, seperti itu akan menjadi waktu bagi kami. Jelas itu akan mengecewakan jika gagal, namun melihat pertandingan-pertandingan sebelumnya, kami akan mampu mengalahkan Kroasia. Saya pikir melawan Prancis bisa menjadi laga yang sulit, namun final bisa jalan dengan baik,” ujar Shilton, menukil dari Talk Sport, Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut, Shilton pun mengapresiasi dukungan yang diberikan masyarakat Inggris kepada tim nasional. Jargon ‘It’s coming home’ dinilai Shilton sebagai bentuk letupan semangat yang luar biasa. Ia pun kini dapat merasakan euforia yang ditunjukkan masyarakat Inggris pada masa Piala Dunia 1990, di mana saat itu Shilton menjadi bagian dari skuad The Three Lions yang menembus semifinal.

Fans Timnas Inggris

“Dukungan itu tidak bisa dipercaya. Itu benar-benar tidak nyata bagi saya. Berada di sana pada tahun 1990 dan sampai ke semifinal, kami diberi tahu bahwa seluruh negara semakin bersemangat, namun saya tidak menyadari sampai sejauh mana, dan saya mengalaminya sekarang. Luar biasa. Itu menyatukan negara, semua orang benar-benar siap untuk itu,” jelas Shilton.

 

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini