Mario Gomez Heran Pemain Persib Mudah Dihadiahi Kartu

Oris Riswan, Jurnalis · Minggu 08 Juli 2018 11:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 08 49 1919483 mario-gomez-heran-pemain-persib-mudah-dihadiahi-kartu-9jQFGCwx4y.jpg Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, (Foto: Twitter Persib)

BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Mario Gomez mengungkap rasa herannya. Itu karena para pemain Persib begitu mudah mendapatkan hukuman kartu kuning dari wasit.

Setelah 12 laga yang dilalui di Liga 1 2018, total Persib sudah mengoleksi 30 kartu kuning. Jumlah itu dinilai kelewatan.

Tapi, bukan jumlah kartu yang dipermasalahkannya. Ia mempermasalahkan mudahnya sang pengadil menghadiahi kartu bagi para pemainnya.

Ia pun membandingkan kondisi Persib dengan tim lain. Berbeda dengan Persib, tim lain menurutnya justru jarang mendapatkan kartu kuning.

Persib Bandung

Contoh teranyar adalah saat Persib melawan Persija Jakarta di Stadion PTIK, akhir pekan lalu. Beberapa pelanggaran keras oleh pemain Persija terjadi di lapangan. Tapi, kartu yang dikeluarkan wasit untuk pemain Persija sangat minim.

"Saat laga terakhir di Jakarta, seharusnya ada banyak kartu kuning, tapi hanya satu (yang dikeluarkan wasit). Itu yang kami tidak mengerti," kata Gomez di Graha Persib, Kota Bandung, Sabtu 7 Juli 2018.

Sebaliknya, Persib saat bermain kandang maupun tandang begitu mudah dihukum. Bahkan, seringkali ketika pemain Persib 'menyentuh' pemain lawan dengan wajar, tetap mendapatkan kartu kuning.

"Beberapa wasit, ketika pemain hanya menyentuh (pemain lawan), tapi mendapat kartu kuning. Itu gila, saya tidak mengerti," sesalnya.

Persib Bandung

Gomez pun mengungkap bahwa kini beberapa pemain Persib mulai mengalami ketakutan untuk bertarung keras di lapangan. Sebab, saat melakukan pelanggaran biasa pun pemainnya kerap kali diganjar kartu.

Sebaliknya, pemain lawan seolah leluasa melanggar para pemain Persib dengan keras. Sebab, hukuman kartu untuk mereka jauh lebih minim.

Gomez mengatakan sengaja mengungkap hal itu. Sebab, ia ingin sepakbola Indonesia berkembang. Bukan hanya dari segi permainan tim dan individual, kualitas wasit juga harus ditingkatkan. Mereka harus memilihi pemahaman yang benar-benar luas soal pertandingan.

"Menurut opini saya, ini bukan untuk pemain, tapi untuk (sepakbola) Indonesia. Ini penting untuk perkembangan di sepakbola Indonesia," jelas Gomez.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini