nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beda Nasib dari 7 Elemen Juara yang Tersisa di Persib Musim Ini

Oris Riswan, Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 05:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 11 49 1909066 beda-nasib-dari-7-elemen-juara-yang-tersisa-di-persib-musim-ini-SpDIhnz06d.jpg I Made Wirawan (Foto: Persib)

BANDUNG - Perombakan besar-besaran dilakukan Persib Bandung di era pelatih Mario Gomez. Banyak rekrutan baru berusia sepuh dan muda yang berkesempatan berkostum 'Maung Bandung'.

Jika menilik pada masa kejayaan Persib yang merajai ISL 2014 dan Piala Presiden 2015, termasuk turnamen Celebes Cup II 2012 dan Piala Wali Kota Padang 2015, sebenarnya ada beberapa pemain yang masih tersisa.

Di posisi penjaga gawang, ada I Made Wirawan yang saat itu jadi pilihan utama. Ada juga sosok M Natshir yang saat itu masih jadi kiper ketiga.

Di lini belakang, ada nama Tony Sucipto dan Supardi Nasir. Di sektor tengah, ada Atep, Hariono, dan Dedi Kusnandar. Sedangkan di lini depan sudah tidak ada pemain 'juara' yang tersisa di skuad Persib saat ini.

Dari 11 laga yang dilakoni Persib di Liga 1 2018, Okezone mencatat hanya ada dua pemain 'juara' yang dipercaya menjadi pilihan utama Mario Gomez.

Baca juga Pekerjaan Rumah Persib Selama Masa Libur

Mereka adalah Supardi Nasir dan Dedi Kusnandar. Supardi total mencatatkan tujuh penampilan. Sedangkan Dedi bermain sebanyak sembilan kali.

Supardi total merasakan waktu bermain sebanyak 604 menit musim ini. Keseluruhan pertandingan dilalui sebagai pemain utama. Ia juga hanya sekali diganti di tengah permainan.

Supardi merupakan salah satu rekrutan sukses di era pelatih Djadjang Nurdjaman pada 2012 lalu. Ia datang bersama 'gerbong' Sriwijaya FC yaitu Firman Utina dan M Ridwan.

Setelah membawa Persib menjuarai Celebes Cup II 2012, ISL 2014, Piala Presiden 2015, dan Piala Wali Kota Padang 2015, Supardi sempat kembali ke Sriwijaya FC pada 2016. Tapi, Supardi kembali lagi ke klub berjuluk 'Maung Bandung' pada awal 2017.

Sejak kedatangannya yang pada 2012, Supardi mantap mengisi posisi bek kanan. Posisinya tidak tergantikan, kecuali ia mengalami cedera atau akumulasi kartu kuning.

Begitu juga di musim 2017 hingga kini, Supardi mantap mengisi tim inti Persib meski posisi pelatih sempat berganti-ganti, dari Djanur, Emral Abus, Herrie Setyawan, hingga Mario Gomez.

Bedanya, di era Gomez, Supardi lebih banyak ditempatkan sebagai sayap kanan. Ia hanya sesekali dimainkan di posisi bek kanan yang merupakan posisi idealnya. Tapi, baik sebagai bek kanan atau sayap kanan, Supardi bisa bermain sama baiknya.

Hal itu yang membuat Supardi mendapat kepercayaan penuh pelatih. Bahkan, musim ini, Supardi menjadi kapten utama Persib. Ban kapten diberikan karena Supardi memiliki jiwa kepemimpinan yang baik di dalam dan luar lapangan.

Persib Bandung (Foto: Oris Riswan)

Sementara Dedi Kusnandar adalah rekrutan Djanur pada 2015 silam. Di awal kedatangannya, Dedi lebih banyak tenggelam di bawah bayang-bayang Hariono. Tapi, ia cukup mendapat kesempatan bermain.

Ia turut andil dalam membawa Persib menjuarai Piala Presiden 2015 dan Piala Wali Kota Padang 2015. Tapi, ia belum ada dalam skuad saat menjuarai ISL 2014.

Dedi sempat berkiprah di Malaysia membela klub Sabah FA pada 2016. Ia sengaja 'lari' ke negara tetangga agar tetap bisa bermain sepakbola. Sebab, saat itu Indonesia sedang disanksi FIFA. Kompetisi pun berhenti.

Tapi, pada 2017 kecintaan Dedi pada Persib membuatnya kembali. Ia pun bertahan hingga kini. Di era Mario Gomez, Dedi bahkan mendapat tempat utama setelah sebelumnya selalu berada di bawah bayang-bayang Hariono.

Visi permainan sebagai gelandang jangkar membuatnya dipercaya sebagai pemain inti. Ia memiliki peran ganda sebagai pemutus serangan lawan. Di sisi lain, ia juga berperan menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan.

Dedi juga punya kemampuan mengalirkan bola dengan baik, termasuk pemberi umpan bagi sektor penyerangan. Kelihaian lainnya, ia sering dipercaya jadi eksekutor tendangan bebas maupun sepak pojok.

Berbanding terbalik dengan Dedi, elemen juara Persib lainnya kini justru tenggelam. Tony Sucipto yang sempat dipercaya sebagai pemain inti di dua laga awal Liga 1 2018, kini lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Posisi bek kiri kini direbut oleh rekrutan anyar bernama Ardi Idrus. Tony hanya beberapa kali masuk sebagai pemain pengganti.

Tapi, secara menit bermain, Tony masih memiliki waktu lumayan. Ia tercatat bermain sebanyak 239 menit. Total, ia bermain dalam enam laga dengan rincian dua kali sebagai pemain inti dan empat kali menjadi pemain pengganti.

Kemudian Hariono juga masih mendapat kepercayaan meski menit bermainnya jauh berkurang dibanding musim-musim sebelumnya.

Hariono tampil sebanyak tujuh kali dengan rincian tiga kali sebagai pemain utama dan empat kali sebagai pengganti. Total, ia bermain selama 321 menit.

Berikutnya ada I Made Wirawan. Ia dua kali menjadi kiper utama Persib musim ini, yakni di dua laga awal. Total, ia mengoleksi 180 menit bermain.

Karir Made bersama Persib sebenarnya mulai menurun sejak musim lalu jika dilihat dari waktu bermainnya. Posisinya sering bergantian dengan M Natshir mengawal gawang Persib. Tapi, musim ini M Natshir merebut posisi utama secara permanen.

Baca juga Fakta Menarik soal Pencapaian Mario Gomez Bersama Persib

Natshir sendiri musim ini sudah bermain sebanyak sembilan kali secara beruntun dari laga ketiga hingga ke-11. Total waktu bermainnya mencapai 810 menit.

Ini jadi musim terbaik Natshir bersama Persib setelah bergabung sejak 2014. Ia cukup lama bersabar setelah jadi kiper ketiga Persib di awal kedatangannya di bawah I Made Wirawan dan Shahar Ginanjar. Ia jadi langganan duduk di bangku cadangan, bahkan sering tidak masuk line up.

Tapi, musim ini, kepercayaan mengawal gawang Persib dipercayakan penuh Mario Gomez kepada Natshir. Kepercayaan itu pun dijawab dengan baik, ia hanya kebobolan enam kali selama sembilan pertandingan. Lima laga di antaranya bahkan gawang Persib tidak kebobolan.

Nasib sial justru dialami Atep yang bertahun-tahun jadi kapten tim. Pemain berposisi sayap itu tidak mendapat banyak kepercayaan bermain dari Mario Gomez. Ia baru tampil sebanyak dua kali, yaitu sekali sebagai pemain utama dan sekali sebagai cadangan. Total waktu bermainnya musim ini baru 72 menit.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini