Courtois Merasa Aneh jika Gegar Otak Jadi Biang Blunder Karius

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 11:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 07 261 1907669 cortouis-merasa-aneh-jika-gegar-otak-jadi-biang-blunder-karius-zAIgnl0tr5.jpg Thibaut Courtois. (Foto: Reuters)

LONDON – Kiper Chelsea, Thibaut Courtois, buka suara soal gegar otak yang dialami penjaga gawang Liverpool, Loris Karius, usai melakoni laga final Liga Champions 2017-2018. Bagi Courtois, gegar otak ini tak ada kaitannya dengan blunder yang dilakukan Karius di laga tersebut.

Dua kesalahan besar memang dilakukan Karius saat memperkuat Liverpool saat berhadapan dengan Real Madrid di partai final Liga Champions 2017-2018. Sepekan setelah laga selesai digelar, Karius mengaku menderita gegar otak karena mengalami benturan hebat dengan bek Madrid, Sergio Ramos, di laga tersebut.

Loris Karius

(Loris Karius. Foto: Reuters)

Rumor yang beredar pun menyebut bahwa gegar otak ini jadi penyebab Karius melakukan berbagai kesalahan sehingga menyebabkan Liverpool harus menelan kekalahan dengan skor 1-3 pada pertandingan tersebut. Tetapi, dengan tegas, Courtois menepis anggapan tersebut.

BACA JUGA: Karius Dilarikan ke Rumah Sakit karena Alami Gegar Otak

Menurut Courtois, hal ini mungkin saja terjadi terhadap setiap penjaga gawang karena dirinya juga pernah mengalami hal tersebut. Tetapi, jika ini jadi penyebab kesalahan tersebut, Karius seharusnya tak melanjutkan pertandingan karena kondisinya akan benar-benar parah, namun hal yang berbeda dialami sang kiper.

Loris Karius

(Loris Karius. Foto: Reuters)

"Sangat disayangkan dia melakukan kesalahan-kesalahan di laga tersebut. Tetapi, jika Anda mengalami gegar otak, Anda akan meninggalkan pertandingan atau dokter akan mengatakan kepada bahwa Anda tidak dapat melihat dengan jelas lagi dan harus meninggalkan permainan,” ujar Courtois, sebagaimana dikutip dari Sportsmole, Kamis (7/6/2018).

"Kalau mereka ingin mengatakan kesalahan-kesalahan itu terjadi karena gegar otak, ya oke saja. Dia bilang setelah laga bahwa dia membuat dua kesalahan, rasanya semua orang akan menerima itu. Itu bisa terjadi kepada seorang kiper. Tetapi, untuk menunjuk gegar otak jadi penyebabnya, saya rasa itu aneh. Tetapi, kalau tenaga medis dari Boston bilang begitu, ya tidak masalah," tukasnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini