nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Hal yang Harus Dipelajari Liverpool dari Laga El Clasico, Nomor 1 Paling Krusial

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 13:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 261 1899400 5-hal-yang-harus-dipelajari-liverpool-dari-laga-el-clasico-nomor-1-paling-krusial-sWxRErCFPd.jpg Liverpool saat menghadapi Brighton. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

LIVERPOOL akan menghadapi Real Madrid di final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di Stadion NSC Olimpiyskiy, Minggu 27 Mei 2018 dini hari WIB. Jelang menghadapi laga tersebut, The Reds –julukan Liverpool– dapat mencuri kesuksesan Barcelona saat menahan Real Madrid 2-2 di lanjutan pekan 36 Liga Spanyol 2017-2018, Senin 7 Mei 2018 dini hari WIB.

Dalam laga tersebut, Barcelona sanggup mengimbangi Madrid meski sepanjang babak kedua bermain dengan 10 orang. Bahkan, Barcelona sempat dua kali unggul sebelum akhirnya Madrid menyamakan kedudukan. Karena itu, Liverpool bisa mempelajari pola permainan Barcelona untuk meredam agresivitas Madrid. Apa saja?

Berikut 5 hal yang harus dipelajari Liverpool dari laga El Clasico, mengutip dari Sportskeeda:

5. Memanfaatkan Celah dari Marcelo

Menang Agregat 4-3 atas Bayern Munich, Real Madrid Tembus Final Liga Champions

Marcelo Vieira memiliki posisi asli sebagai fullback kiri. Akan tetapi dalam praktiknya, personel andalan Tim Nasional (Timnas) Brasil itu terlalu sering membantu serangan. Alhasil, Madrid kerap kecolongan ketika tim lawan membangun serangan dari sisi kiri pertahanan mereka. Ambil contoh saat Barcelona mencetak gol pertama kontra Madrid di El Clasico lalu.

Saat itu, fullback kanan Barcelona, Sergio Roberto, dengan santai melepas umpan silang yang dapat dikonversi menjadi gol oleh Luis Suarez. Roberto dapat melepaskan umpan secara santai karena tidak mendapatkan tekanan dari Marcelo. Sebab saat itu Marcelo tidak berada di posisinya. Karena itu, winger kanan Liverpool Mohamed Salah diharapkan dapat memanfaatkan celah tersebut.

4. Mematikan Karim Benzema

Menang Agregat 4-3 atas Bayern Munich, Real Madrid Tembus Final Liga Champions

Benzema memang jarang mencetak gol musim ini. Sepanjang musim ini, Benz –sapaan akrab Benzema– tercatat baru mendulang 11 bola. Akan tetapi, pergerakan tanpa bola Benzema kerap memudahkan Cristiano Ronaldo untuk mencetak gol. Karena itu, haram bagi pertahanan Liverpool untuk membiarkan Benzema bebas.

Tugas mematikan pergerakan Benzema bisa dipercayakan Liverpool kepada Dejan Lovren. Sementara itu, Virgil van Dijk mendapatkan tugas yang lebih berat, yakni mengawasi Cristiano Ronaldo.

3. Liverpool Fokus Menyerang dari Kiri

Menang Besar 5-2 Atas AS Roma, Liverpool Berpeluang ke Final Liga Champions

Madrid saat ini krisis pemain jempolan di posisi fullback kanan. Pemain reguler Madrid di posisi tersebut, Dani Carvajal, mengalami cedera hamstring. Sementara itu, Lucas Vazquez dan Nacho Fernandez yang beberapa kali dioperasikan di posisi itu tak tak terbiasa diperankan di posisi tersebut.

Gol kedua Barcelona yang dicetak Lionel Messi di laga El Clasico lalu, berawal dari pergerakan Suarez di sisi kanan pertahanan Madrid. Saat itu, Suarez leluasa untuk memberikan umpan yang dapat dikonversi menjadi gol oleh Messi. Karena itu, winger Liverpool yakni Sadio Mane seharusnya dapat memanfaatkan kondisi tersebut.

2. Jangan Biarkan Luka Modric Lama Memegang Bola

Cristiano Ronaldo Borong 2 Gol Saat Real Madrid Bekuk Eibar 2-1

Gelandang Liverpool seperti Jordan Henderson dan Georginio Wijnaldum diimbau tak lama-lama membiarkan Luka Modric menguasai bola. Sebab jika gelandang berpaspor Kroasia itu sudah memegang bola, permainan Madrid jadi berbahaya.

Barcelona gagal menerapkan strategi tersebut di laga El Clasico yang lalu. Hal itu membuat Modric dengan mudah membantu Madrid untuk mengacak-acak pertahanan Barcelona. Karena itu, tugas bagi Henderson dan Wijnaldum untuk meredam kreativitas eks gelandang Tottenham Hotspur itu.

1. Mainkan Sepakbola Efektif

Permalukan Man City 2-1, Liverpool Melenggang ke Semifinal Liga Champions

Untuk memenangi laga kontra Madrid, Liverpool dapat memainkan sepakbola efektif, layaknya saat mereka mengalahkan Manchester City di leg II perempatfinal Liga Champions 2017-2018. Di laga tersebut, Liverpool lebih banyak ditekan. Akan tetapi tiap kali memegang bola, Roberto Firmino dan kawan-kawan langsung memberi ancaman kepada pertahanan The Citizens –julukan Man City.

Liverpool dapat mengandalkan kecepatan dari Mohamed Salah. Tiap kali memegang bola, wajib bagi Henderson untuk memberikan bola langsung kepada winger-winger cepat mereka seperti Mane dan Salah.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini