nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asisten Pelatih Sriwijaya FC Tak Heran dengan Kemarahan Beto di Laga Kontra Persipura

ant, Jurnalis · Senin 16 April 2018 23:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 16 49 1887356 asisten-pelatih-sriwijaya-fc-tak-heran-dengan-kemarahan-beto-di-laga-kontra-persipura-5EZPJAE8KW.jpg Beto (kanan) saat dihadang pemain Bali United. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

PALEMBANG - Asisten pelatih Sriwijaya FC Rasiman mengatakan, kemarahan striker Alberto "Beto" Goncalves ketika ditarik ke luar lapangan untuk digantikan Patrich Wanggai pada pertandingan melawan Persipura dinilai bagus. Hal itu karena menunjukkan betapa inginnya Beto untuk terus bermain.

"Justru ini bagus, artinya Beto benar-benar ingin bermain. Sebagai pesepakbola memang harus memiliki mental seperti itu. Saya sangat memahami hal ini. Dan mental ini bukan hanya dimiliki Beto, tapi juga lima pemain cadangan yang marah karena tidak dimainkan, dan 15 pemain lainnya yang tidak masuk line-up," kata Rasiman di Palembang, Senin (16/4/2018).

Beto, pesepakbola naturalisasi asal Brasil menunjukkan ekspresi marah sesaat ditarik ke luar lapangan pada babak kedua oleh pelatih saat skor tim 2-2. Beto menolak duduk di bench, tapi dirinya langsung berjalan cepat menuju lorong ke ruang ganti.

Menurut Rasiman, terdapat beberapa alasan dirinya menarik Beto ketika itu. Ia melihat, tren permainan dari tiga striker yakni Alberto Goncalves, Manuchehr Jalilov, dan Esteban Vizcarra cenderung menurun. Bahkan beberapa kali peluang terbuang percuma. Berbeda dengan babak pertama, yakni Jalilov mencetak gol, dan begitu pula dengan Beto.

BACA JUGA: Penurunan Performa Jadi Penyebab SFC Berbagi Angka dengan Persipura

Rasiman yang pada pertandingan tersebut menggantikan Rahmad Darmawan yang mengikuti kursus pelatih AFC Pro, mengatakan harus mengambil keputusan berani untuk mengubah kedudukan mengingat laga tersebut merupakan laga kandang SFC.

Pilihan kemudian jatuh pada striker Patrich Wanggai untuk menggantikan Beto karena pemain ini merupakan putra daerah Papua yang diharapkan memiliki motivasi lebih dalam pertandingan kandang tersebut.

Namun, harapan juga tidak terwujud. Lantaran tak kunjung mengubah hasil, Rasiman akhirnya juga menarik Manuchehr Jalilov di pengujung babak kedua untuk memasukkan M Nur Iskandar.

"Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Di babak kedua, permainan Persipura justru menanjak. Mereka mampu mencetak dua gol balasan dalam tempo waktu lima menit dengan skema serangan balik. Jika lini pertahanan tidak diperhatikan bisa jadi bukan hasil imbang yang didapat di akhir pertandingan tapi kekalahan di kandang," ujar Rasiman.

Berkaca dari kegagalan tim meraih tiga poin di kandang sendiri, Rasiman mengatakan ke depan tim akan lebih fokus menyiapkan tim dalam mengantisipasi serangan balik. Sriwijaya FC akan melakoni laga away melawan Persebaya di Surabaya pada 22 April 2018.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini