Image

Skuad Persib Disambut Bobotoh bak Pahlawan

Oris Riswan, Jurnalis · Senin 16 April 2018 16:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 49 1887317 skuad-persib-disambut-bobotoh-bak-pahlawan-EhrnvnXDxR.jpg Persib saat disambut Bobotoh di Bandara. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Rombongan tim Persib Bandung yang baru saja pulang dari Malang mendapat sambutan khusus dari Bobotoh saat tiba di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (16/4/2018) siang. Persib sendiri baru melakoni laga tandang melawan Arema FC pada Minggu (15/4/2018) malam. Laga itu berkesudahan 2-2 meski waktu pertandingan menyisakan beberapa menit lagi.

Puluhan Bobotoh secara khusus berada di luar bandara. Begitu rombongan tim 'Maung Bandung' keluar dari bandara, mereka langsung disambut nyanyian dan yel-yel yang disuarakan Bobotoh.

(Bobotoh yang menyambut skuad Persib Bandung. Foto: Oris Riswan/Okezone)

Tidak hanya itu, Bobotoh juga mengawal rombongan tim yang menggunakan bus ke Stadion Persib di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Sambutan itu sama dengan yang dilakukan Bobotoh saat Persib juara. Bedanya, mereka yang menyambut berjumlah jauh lebih sedikit.

Penyambutan istimewa itu sengaja dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada Persib yang dinilai sudah berjuang maksimal saat melawan Arema. Meski gagal menang, namun perjuangan Ezechiel Ndouassel tetap membuat Bobotoh bangga.

BACA JUGA: Kronologi Kericuhan di Akhir Laga Arema FC vs Persib

Sanjaya Aris Munandar, perwakilan Bobotoh yang menyambut rombongan Persib, memuji permainan Persib. Kehadiran pelatih Mario Gomez di pinggir lapangan membuat pemain Persib terpacu menampilkan permainan yang lebih baik.

"Secara permainan puas, sudah lebih baik di bawah asuhan Mario Gomez dengan para pemain mudanya," kata Sanjaya.

Ia pun berharap performa Persib terus membaik. Mimpi besarnya, ia menginginkan 'Maung Bandung' kembali berjaya, bahkan juara.

Soal laga melawan Arema yang berakhir dengan kerusuhan penonton, ia mempertanyakan kinerja panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Sebab, tim Persib tidak mendapat pengawalan ketat petugas saat kerusuhan terjadi. Bahkan, Mario Gomez sampai terluka pada kepala bagian kanan.

"Kenapa bisa seperti itu panpel Arema? Sampai tim tidak ada pengawalan sama sekali. Sedangkan ketika tim lawan datang ke Bandung, pengawalannya sangat ketat," sesalnya.

Apa yang terjadi pun menjadi catatan tersendiri. Tak hanya itu, permainan di lapangan pun cukup ternoda. Ia memandang wasit melakukan beberapa hal tidak tepat. Bahkan, tandukan Arthur Cunha pada Bojan Malisic tidak diganjar hukuman dari sang pengadil lapangan.

Sementara secara umum, ia berharap tidak ada lagi kejadian serupa dalam pertandingan sepakbola di Indonesia. Secara khusus, ia pun memberi catatan soal rivalitas klub dan suporter.

"Mungkin rivalitas boleh. Tapi, jika ada kekecewaan dengan tim sendiri, jangan melukai tim lawan," tegas Sanjaya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini