nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Alasan Fans Barcelona Benci Real Madrid, Nomor 1 Alasan Utama

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 20:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 13 46 1886457 5-alasan-fans-barcelona-benci-real-madrid-nomor-1-alasan-utama-QSbX6vy82q.jpg Real Madrid (Foto: AFP/Lluis Gene)

REAL Madrid dan Barcelona merupakan dua tim tersukses di Liga Spanyol. Pertemuan kedua raksasa itu selalu berlangsung panas dan emosional. Laga keduanya pun disebut sebagai El Clasico dan selalu menjadi perhatian bagi pecinta sepakbola. Bagaimana tidak, hasil laga El Clasico kerap menentukan siapa yang akan menjuarai Liga Spanyol di musim tersebut serta menunjukkan siapa yang lebih berkuasa.

Los Galacticos –julukan Madrid- yang selalu dianggap sebagai klub tersukses dengan banyak pemain bintang dianggap lebih hebat dibandingkan klub lainnya di dunia. Terlebih lagi, dengan koleksi 12 trofi Liga Champions, Madrid dianggap sebagai penguasa Eropa.

Namun, fans Blaurgrana –julukan Barcelona- tidak pernah memandang Madrid seperti itu. Madrid akan selalu dianggap lebih rendah daripada Barcelona. Hal itu dikarenakan persaingan kedua tim raksasa tersebut melebihi rentang waktu 90 menit dalam pertandingan. Fans Barcelona pun memiliki alasan tersendiri untuk membenci Madrid. Berikut lima alasan fans Barcelona membeci Madrid.

5. Madrid sering membajak pemain bintang Barcelona

(Foto: AFP)

Dalam sejarah panjang perseteruan Barcelona dengan Real Madrid, terdapat beberapa kejadian transfer mengejutkan di antara keduanya. Banyak pemain-pemain bintang yang saling berpindah ke dua belah kubu. Bahkan, ada pemain bintang yang sebenarnya dipuja salah satu tim tetapi memilih pindah ke kubu seberang.

Di antara kejadian saling bajak itu, Kubu Barcelona lebih banyak menjadi korban dengan menjual pemain bintang mereka seperti Bernd Schuster, Michael Laudrup, Luis Milla, Luis Figo dan Javier Saviola. Sedangkan dari kubu Madrid, terdapat nama-nama seperti Lucien Muller dan Luis Enrique yang pernah berpindah ke tanah Catalunya.

Akan tetapi, kepindahan Figo dari Barcelona ke Madrid meninggalkan luka tersendiri bagi fans Blaurgrana. Bahkan, pada laga El Clasico pertama Figo bersama Madrid, di Camp Nou, sang pemain dihadiahi kepala babi oleh fans Barcelona.

4. Kontroversi El Clasico

(Foto: AFP)

Laga El Clasico yang mempertemukan Madrid dan Barcelona selalu berlangsung panas dan emosional. Tak jarang panasnya pertandingan akan menimbulkan kontroversi baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kontroversi itu terbalut dalam tiap perkelahian keras yang selalu hadir dalam laga kedua tim. Banyak perkelahian yang terjadi di masa lalu pada pertemuan kedua tim. Perkelahian tidak hanya terjadi antar pemain,tetapi pelatih, dan staf pun juga turut terlibat. Layaknya kala Jose Mourinho mencolok mata Tito Vilanova di pertandingan Piala Super  Spanyol 2012. Ketika itu Mourinho masih bertindak sebagai pelatih Madrid dan Vilanova masih menjabat asisten pelatih Barcelona.

3. Trofi juara Liga Spanyol dan Liga Champions

(Foto: AFP)

Raksasa ibu kota Spanyol menasbihkan diri sebagai tim tersukses di tanah Spanyol. Los Blancos telah mengoleksi 33 trofi Liga Spanyol, di mana 14 trofi didapatkan pada musim 1961-1980. Namun, Barcelona dapat merusak dominasi Madrid pada tahun 1974, ketika Johan Cruyff bermain untuk Blaurgrana. Hingga saat ini Barcelona baru mengoleksi 24 gelar, terpaut sembilan trofi dari sang penguasa Liga Spanyol, El Real.

Di Eropa, nama Madrid juga lebih harum dibandingkan Barcelona. Madrid telah memiliki 13 trofi Liga Champions di lemari koleksinya. Sementara itu, Blaurgrana hanya memiliki lima gelar Liga Champions. Masih butuh waktu lama bagi Barcelona untuk mengudeta Madrid sebagai penguasa Eropa.  

2. Madrid lebih kaya dibandingkan Barcelona

(Foto: AFP)

Pada saat ini, sepakbola sudah bukanlah sebuah ajang olahraga semata. Olahraga telah menjadi bisnis, yang dapat menghasilkan keuntungan secara finansial. Madrid sebagai tim tersukses di Eropa dan dunia selalu masuk daftar klub terkaya dunia menurut majalah Forbes.

Pada saat ini gelar klub terkaya memang dipegang oleh Manchester United, dan Barcelona berada di peringkat kedua, sedangkan Madrid di posisi ketiga berdasarkan majalah Forbes. Namun, tahun ini merupakan kali pertama Barcelona dapat mengungguli Madrid sejak pertama kali Forbes merilis daftar klub terkaya tahun 2007. Sementara itu, Madrid pernah menjadi klub terkaya empat tahun berturut-turut, yakni dari tahun 2013-2016.

1. Sejarah Perang saudara Spanyol

(Foto: AFP)

Perseteruan antara Madrid dengan Barcelona tidak hanya terjadi di lapangan sepakbola. Akan tetapi, telah sampai pada perseteruan antara masyarakat kedua kota, yakni masyarakat Madrid kontra Catalunya. Hal itu dikarenakan sejarah perang saudara yang melatarbelakanginya.

Menilik jauh ke perang saudara Spanyol yang terjadi tahun 1936-1939, penguasa Spanyol saat itu, Jendral Fransisco Franco lebih memfavoritkan Real Madrid dibandingkan Barcelona. Hal itu dikarenakan masyarakat Catalunya menentang paham-paham yang dipercayai oleh sang jendral yaitu, fasisme dan nasionalisme. Sementara itu, masyarakat Catalunya lebih meyakini paham federalisme, republikaslisme, dan komunisme. Atas dasar sejarah tersebut, laga El Clasico selalu saja membawa nilai-nilai kenegaraan.  

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini