RCTI Tayangkan Langsung Piala AFF 2018

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 51 1885422 rcti-tayangkan-langsung-piala-aff-2018-J0Am31YgxQ.jpg Peresmian RCTI sebagai official broadcaster Piala AFF Suzuki Cup 2018. (Foto: Rivan Nasri Rachman/Okezone)

JAKARTA - Para pencinta sepakbola Indonesia berkesempatan kembali menyaksikan secara langsung penampilan Timnas Indonesia yang akan bertanding memperebutkan Piala AFF Suzuki Cup 2018. Turnamen terbesar di kawasan Asia Tenggara ini akan digelar 8 November – 15 Desember 2018 dan RCTI dipercaya kembali sebagai Official Broadcaster untuk perhelatan tersebut.

Bukan hanya tahun ini saja RCTI sudah menjadi Official Broadcaster ajang Piala AFF Suzuki Cup, namun sejak gelaran tersebut digelar pada 2008 hingga 2016. Bahkan, RCTI pun juga dipercaya untuk tetap kembali menayangkan kompetisi tersebut hingga 2020. Menurut CEO RCTI, Kanti Mirdiati, penayangan Piala AFF diharapkan mampu memberikan sajian yang menarik kepada penikmat sepakbola tanah air, khususnya pendukung Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

“RCTI telah menjadi official broadcaster AFF Suzuki Cup sejak tahun 2008 lalu, dan kembali mendapatkan untuk tahun ini hingga tahun 2020 mendatang. Hal ini tentu menjadikan sebagai program spesial dua tahunan yang sudah melekat dan menjadi bagian dari RCTI," ucap Kanti di Gedung iNews Center, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

"Melalui siaran ini, kami berharap dapat memberikan sajian terbaik dari setiap pertandingan yang akan kami hadirkan kepada pemirsa pencinta sepakbola di Tanah Air, khususnya dalam mendukung Tim Nasional Indonesia di setiap pertandingannya," tambah Kanti.

Pada konferensi pers peresmian RCTI sebagai official broadcaster AFF Suzuki yang dilangsungkan di Gedung iNews Center, Jakarta, Kamis (11/4/2018) malam WIB, dihadiri oleh Kanti Mirdiati (CEO RCTI), Dini Putri (Director of Programming RCTI), Tantan Sumartana (Director of Sales and Marketing RCTI) dan Braden Clarke (Wakil Presiden Lagardede Sport) itu berharap Piala AFF mampu menjadi tontonan yang menarik bagi rakyat Indonesia

Sementara itu, Presiden Sepakbola Asia dari Lagardère Sports, Tom Smith, atau mitra eksklusif AFF mengakui Piala AFF sebagai program olahraga yang paling banyak ditonton tahun lalu di Indonesia, dengan angka-angka penonton melampaui acara olahraga global seperti Piala Eropa 2016. Piala AFF juga program yang paling banyak ditonton kedua di Indonesia tahun itu.

“RCTI sangat sukses dengan Piala AFF 2016. Ini adalah program olahraga yang paling banyak ditonton tahun itu di Indonesia, dengan jumlah penonton yang melampaui program olahraga lain seperti Piala Eropa 2016,” ujar Smith.

Tidak hanya itu saja, pada Piala AFF Suzuki Cup 2018 akan memiliki format pertandingan yang baru. Setiap grup yang berisi lima negara dengan sistem kandang tandang setengah kompetisi di mana sembilan dari 11 tim negara Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi di AFF Cup 2016 secara otomatis lolos ke fase grup.

Sedangkan peringkat 10 dan peringkat 11 akan bertanding kembali dalam laga kandang dan tandang untuk memperebutkan satu slot kosong. Seperti diketahui pada Piala AFF 2016, babak penyisihan grup digelar di dua negara sebagai tuan rumah, baru pada babak semifinal dan final digelar dengan sistem kandang tandang.

Adapun sembilan negara yang telah lolos untuk bisa mengikuti Piala AFF ini, adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos, Singapura, dan Filipina. Kemudian yang akan memperebutkan slot 10 adalah Brunei Darusalam dan Timor Leste yang akan bertanding terlebih dahulu pada pertandingan kandang dan tandang yang akan dilakukan pada 3 dan 11 September 2018.

Sebanyak 10 tim yang sudah berhasil lolos akan dibagi dalam dua grup berisikan masing-masing lima negara dan akan saling bertemu dengan sistem kandang dan tandang. Dengan begitu, tidak akan lagi dimainkan di dua negara tuan rumah seperti pada tahun tahun sebelumnya.

Berikut negara-negara yang berpartisipasi dalam Piala AFF Suzuki 2018:

1. Indonesia

2. Myanmar

3. Vietnam

4. Kamboja

5. Philipina

6. Brunei Darussalam

7. Singapura

8. Laos

9. Timor Leste

10. Malaysia

11. Thailand

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini