Image

5 Pelatih yang Cocok Tangani Manchester United, Nomor 2 Eks Juru Taktik Madrid

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 10:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 19 45 1874653 5-pelatih-yang-cocok-tangani-manchester-united-nomor-2-eks-juru-taktik-madrid-AAs9FGVW2i.jpg Man United terapkan pola permainan pragmatis di bawah arahan Mourinho. (Foto: AFP/Oli Scarff)

MANCHESTER United dikenal sebagai klub yang menganut sepakbola menyerang sewaktu ditangani Sir Alex Ferguson dalam kurun 1986-2013. Fergie –sapaan akrab Ferguson– mengandalkan kedua sayap mereka untuk memborbadir lini pertahanan lawan. Permainan menyerang itu pun mengantarkan Man United menyabet segudang trofi semasa dilatih juru taktik berpaspor Skotlandia tersebut. Total di bawah arahan Fergie, Man United meraih 38 trofi.

Akan tetapi, identitas sebagai klub yang doyan mendominasi pertandingan langsung runtuh semenjak tim yang bermarkas di Stadion Old Trafford itu ditangani Jose Mourinho pada 2016. Mou –sapaan akrab Mourinho– yang menganut sepakbola pragmatis, dinilai memeragakan gaya permainan monoton dan membosankan. Terutama saat menghadapi tim-tim besar, Man United lebih sering bermain bertahan dan baru menyerang ketika mendapatkan kesempatan.

Pola pragmatis yang diperagakan Mourinho pun tak berefek besar terhadap raihan Man United. Setelah hanya finis di posisi enam Liga Inggris 2016-2017, Man United hampir dipastikan gagal menjadi kampiun di kompetisi yang sama musim ini. Sementara itu di LIga Champions 2017-2018, langkah Man United sudah dihentikan Sevilla di 16 besar.

Karena itu, ada desakan dari suporter agar Mourinho dicopot dan digantikan pelatih yang gemar memeragakan gaya permainan menyerang. Siapa pelatih yang piawai memeragakan gaya permainan menyerang, sekaligus akan mengembalikan kemapanan Man United?

Berikut 5 pelatih yang cocok tangani Manchester United:

5. Luis Enrique

(Foto: AFP/Philippe Marcou)

Enrique dikenal sebagai pelatih yang menganut permainan menyerang. Lucho –sapaan akrab Enrique– mengandalkan pola 4-3-3. Ketika menangani AS Roma pada Liga Italia 2012-2013, Giallorossi –julukan Roma– keluar sebagai tim tertajam ketiga dengan koleksi 73 gol. Sementara itu, hasil yang lebih dahsyat lagi dipertunjukkan Enrique sewaktu menangani Barcelona (2014-2017).

Selama tiga musim berada di Estadio Camp Nou, Enrique selalu mengantarkan Lionel Messi dan kawan-kawan menembus barier 100 gol di Liga Spanyol. Bahkan di LIga Spanyol 2016-2017, Barcelona sanggup mengemas 116 gol. Enrique pun saat ini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun, meski dikait-kaitkan dengan Chelsea.

4. Mauricio Pochettino

(Foto: AFP)

Nama Pochettino menyeruak setelah mengantarkan tim promosi, Southampton, finis di posisi delapan Liga Inggis 2013-2014. Kemampuan itu membuat Pochettino ditunjuk untuk mengangani Tottenham Hotspur, terhitung sejak musim 2014-2015. Prestasi Tottenham di bawah arahan pelatih berpaspor Argentina itu bisa dibilang luar biasa. Setelah finis di posisi lima Liga Inggris 2014-2015, Pochettino mengantarkan The Lilywhites menyelesaikan kompetisi di tangga ketiga dan kedua pada dua musim setelahnya.

Permainan atraktif jadi modal Pochettino membawa Tottenham mencapai raihan tersebut. Permainan terbuka ala Pochettino pun berimbas terhadap raihan gol sang bomber, Harry Kane. Kane tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Inggris 2015-2016 dan 2016-2017 dan berpeluang mencetak hattrick top skor musim ini.

3. Joachim Low (Timnas Jerman)

(Foto: AFP/Franck Fife)

Tak ada yang meragukan kualitas melatih arsitek Timnas Jerman, Joachim Low. Permainan terbuka yang diperagakan Low mengantarkan Die Mannschaft –julukan Jerman– menjuarai Piala Dunia 2014 dan Piala Konfederasi 2017. Meski memiliki kontrak dengan Jerman hingga 2020, bukan berarti Low akan tetap di sana hingga masa baktinya berakhir.

Kemungkinan besar, Low akan meninggalkan Jerman kelar Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia. Jelas, Low ingin menguji kemapanan taktiknya di kompetisi reguler layaknya Liga Inggris.

2. Carlo Ancelotti

(Foto: AFP)

Ancelotti memang berasal dari Italia yang kental dengan strategi permainan bertahan, namun Don Carletto –sapaan akrab Ancelotti– menunjukkan gaya sepakbola berbeda dengan juru taktik asal Negeri Pizza lainnya. Ancelotti gemar memainkan gaya sepakbola menyerang. Hal itu terbukti ketika dua musim menangani Madrid, Ancelotti mengantarkan Los Blancos –julukan Madrid– keluar sebagai klub tertajam di Liga Spanyol 2013-2014 dan 2014-2015.

Gaya permainan terbuka itu juga menghasilkan trofi Liga Champions dan Copa del Rey 2013-2014 bagi publik Santiago Bernabeu. Gaya permainan itu juga ditunjukkan Ancelotti sewaktu menangani Bayern Munich (2016-2017). Saat ini Ancelotti tidak terikat kontrak dengan klub mana pun, setelah dipecat Bayern di pengujung September 2017.

1. Frank Rijkaard

 (Foto: Marwan Naamani)

Rijkaard adalah pelatih yang mengembalikan dominasi Barcelona di Liga Spanyol pada pertengahan 2000-an. Saat itu, juru taktik berpaspor Belanda tersebut menampilkan gaya permainan menyerang dan menjadikan pola 4-3-3 sebagai andalan. Rijkaard pun saat itu mengantarkan Barcelona dua kali juara Liga Spanyol (2004-2005 dan 2005-2006), serta satu kali memenangi trofi Liga Champions (2005-2006).

Saat ini, Rijkaard sedang menganggur. Ia terakhir kali melatih saat menangani Timnas Arab Saudi dalam kurun 2011-2013. Karena itu, tak ada salahnya bagi Man United untuk menjadikan Rijkaard sebagai suksesor Mourinho.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini