nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Harga Tiket Kandang Arema FC di Liga 1 2018

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 18:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 49 1872767 ini-harga-tiket-kandang-arema-fc-di-liga-1-2018-oyGT00qeuL.jpg Hendro Siswanto (atas) saat menghindari sergapan kiper Bhayangkara FC. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

MALANG - Panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan Arema FC mempublikasikan hasil rapat terkait kordinasi mengenai harga tiket pertandingan kandang Arema FC selama Liga 1 2018. Hasilnya harga tiket tetap sama dengan musim lalu.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Harris mengatakan sesuai dengan kapasitas Stadion Kanjuruhan, pihak panpel telah mencetak tiket sejumlah 45 ribu. Dari jumlah tersebut, untuk tiket tribun ekonomi dibanderol dengan harga Rp 35 ribu, sedangkan untuk tribun VIP panpel dihargai Rp 100 ribu, sama dengan harga tiket musim lalu.

Menurut Harris, di musim 2017 lalu, panpel mencatat ada penurunan jumlah penonton dibandingkan musim 2016 sebelumnya. "Musim 2017 kami bisa menjual 150 ribuan, beda di 2016 yang bisa terjual sampai 200 ribuan tiket," ungkapnya saat dihubungi Okezone, Rabu (14/3/2018).

Namun, pihaknya optimis penjualan tiket akan kembali naik di musim 2018 dibandingkan musim 2017 lalu. Hal itu karena permainan bagus Arema FC sudah mulai terlihat di laga pramusim. Selain itu, klub juga mengandalkan 30% dari hasil penjualan tiket kandang untuk sumber dana mengarungi musim kompetisi 2018 ini.

BACA JUGA: Arema FC Isyaratkan Kontrak Bek Asal Papua

"Dengan kebangkitan Arema FC, semoga tren penjualan tiket kali naik musim ini," tambahnya.

Arema FC sendiri memastikan Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang masih menjadi homebase utama, selain homebase kedua di Stadion Gajayana, Kota Malang.

"Kami tetap mendaftarkan dua stadion untuk musim depan, Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana, apalagi tahun depan itu kan tahunnya Pilkada," tutur General Manager Arema FC, Ruddy Widodo beberapa saat lalu saat ditemui Okezone.

Hal ini sebagai antisipasi bila Stadion Kanjuruhan digunakan kampanye, mengingat waktunya bersamaan dengan gelaran Pilkada berkaca pada sebelumnya pihak keamanan sulit mendapatkan izin penyelenggaraan pertandingan.

"Jadi, misal Stadion Kanjuruhan dipakai kampanye atau apa, ya laga kandang dipindahkan ke Stadion Gajayana," pungkas Ruddy.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini