nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laga PAOK Kontra AEK Ditunda Setelah Pemilik Klub Mengamuk ke Dalam Lapangan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 11:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 12 51 1871318 laga-paok-kontra-aek-ditunda-setelah-pemilik-klub-mengamuk-ke-dalam-lapangan-EDnsOGq1U3.jpg Ivan Savvidis (Foto: The Sun)

THESSALONIKI – Pertandingan Liga Super Yunani yang mempertemukan PAOK dan AEK Athens yang dijadwalkan pada Minggu 11 Maret 2018 terpaksa ditunda. Panitia sengaja menunda pertandingan tersebut setelah pemilik klub beserta rombongannya menyerbu masuk menuju lapangan.

PAOK mengira mereka bisa mendapatkan kemenangan terakhir dengan serangan yang mereka lakukan pada menit ke-89. Namun, keputusan kontroversial dari wasit telah mengubah semuanya dan membuat pemain AEK berunjuk rasa.

Keputusan yang dianulir wasit tersebut otomatis membuat PAOK gagal berkesempatan untuk merebut tempat dari pesain mereka di puncak klasemen. Hal ini tentunya membuat emosi dari para penggemar yang ada di bagian tribun. Banyak orang merangsek masuk ke dalam lapangan, termasuk pemilik PAOK, Ivan Savvidis bersama dengan staf keamanannya.

Dalam kejadian tersebut, terlihat Savvidis mengantarkan para pemainnya keluar dari lapangan. Sementara itu, ia menghampiri wasit, Giorgios Kominis sebelum dibawa pergi oleh pihak keamanan. Selain itu ia juga terlihat marah dan mulai mengeluarkan kata-kata bernada emosi kepada salah satu perugas pertandingan.

Meski para pejabat kembali muncul, namun PAOK mengklaim melalui media sosial bahwa pertandingan akhirnya dihentikan dengan skor 1-0 dengan kemenangan tuan rumah, meski gol pada menit akhir pertandingan dianulir wasit.

Di sisi lain, pelatih AEK, Manolo Jiminez, tampaknya telah mengkonfirmasi bahwa PAOK telah mendapatkan kemenangan dengan skor 1-0. Selain itu, mantan bos Sevilla tersebut juga mendengar laporan bahwa Savvidis memasuki lapangan dengan membawa senjata.

Baca Juga:

(Barcelona Capai Kesepakatan untuk Pembelian Arthur dari Gremio)

“Saat ini kami meninggalkan Stadion yang dikawal oleh polisi. Wasit telah membatalkan gol PAOK karena offside. Ada perkelahian pemain dan banyak orang memasuki lapangan, termasuk presiden mereka beserta pengawal pribadinya.

“Setelah invasi, wasit telah masuk ke dalam dan setelah membahas hal ini selama dua jam, mereka ingin melanjutkan pertandingan. Namun, kami mengatakan tidak karena rasa malu yang kami alami. Namun pada akhirnya wasit telah memberi mereka gol, setelah semua kejadian tersebut terjadi,” lanjutnya.

“Kami kemudian tahu bahwa presiden memiliki pistol meski kami tidak melihatnya di dalam lapangan,” tegasnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini