Balotelli Justru Kena Kartu Kuning meski Jadi Korban Rasis

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 12 51 1858418 balotelli-justru-kena-kartu-kuning-meski-jadi-korban-rasis-jedT90BB5k.jpg Balotelli saat protes kepada wasit. (Foto: AFP/Philippe Desmazes)

DIJON – Nasib apes menerpa penyerang OGC Nice, Mario Balotelli. Saat tampil membela Nice kontra Dijon di pekan 25 Liga Prancis 2017-2018, Sabtu 10 Februari 2018 malam WIB, penyerang berpaspor Italia itu menjadi korban rasis yang dilakukan fans tuan rumah (Dijon).

Pada menit 74 pertandingan, Balotelli memprotes sikap yang ditunjukkan fans Dijon kepada wasit Nicolas Rainville. Namun, alih-alih mendapatkan pembelaan, penyerang keturunan Ghana itu justru mendapatkan kartu kuning dari sang pengadil.

Karena itu, Balotelli pun terlihat kesal dan emosi usai mendapatkan kartu kuning tersebut. Kasus rasisme di Prancis bukanlah yang pertama terjadi. Pada akhir tahun lalu, Patrice Evra sempat mendapatkan perlakuan rasis dari fans timnya sendiri, Marseille.

Tak senang dengan perkataan yang dilontarkan fans Marseille, Evra datang dan menghajar orang yang merendahkannya tersebut. Apes bagi Evra, mantan fullback andalan Manchester United itu pada akhirnya dipecat Marseille. Setelah menganggur beberapa bulan, Evra akhirnya bergabung dengan West Ham United lewat status bebas transfer pada musim dingin 2018.

BACA JUGA: 5 Pesepakbola yang Dinilai Berlebihan dalam 50 Tahun Terakhir, Nomor 2 Eks Andalan Juventus

Kembali ke Balotelli. Bukan tak mungkin dengan maraknya isu rasisme yang ada di Prancis, Balotelli akan meninggalkan Nice pada bursa transfer musim panas 2018. Jika hal itu kesampaian, jelas merupakan kerugian bagi Nice.

Semenjak bergabung dengan Nice pada musim panas 2016, Balotelli menjadi juru gedor utama tim asuhan Lucien Favre. Dari 54 penampilan di semua kompetisi, Balotelli mengemas 36 gol. Kebetulan, kontrak Balotelli pun akan berakhir pada 30 Juni 2018. Dengan begitu, Balotelli bisa hengkang ke klub mana pun dengan status bebas transfer.

Bersama Nice, Balotelli menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Sebelumnya, karier Balotelli terlihat mati suri selama dua musim (2014-2016) membela Liverpool. Karena itu, baik Nice dan Balotelli bak simbiosis mutalisme saat ini.

Sekarang tinggal ditunggu kelanjutan masa depan Balotelli. Jika tak ada aral melintang, bukan tak mungkin Balotelli kembali berkarier di Italia. Apalagi ia sukses besar di Italia sewaktu membela Inter Milan dan AC Milan.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini