Image

5 Rekan Setim yang Tidak Suka Satu Sama Lain, Nomor 3 hingga Adu Pukul

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 16:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 12 51 1858410 5-rekan-setim-yang-tidak-suka-satu-sama-lain-nomor-3-hingga-adu-pukul-Oco9u4Fya8.jpg Gallas dan Toure saat berkolaborasi di Arsenal. (Foto: AFP/Andrew Yates)

DEMI meraih kesuksesan, sebuah tim membutuhkan skuad komplet. Komplet dalam arti tak hanya memiliki skill oke, namun juga tampil kompak. Hal itu dibuktikan Barcelona. Melihat tingginya kekeluargaan yang ada di klub tersebut, dalam sembilan tahun terakhir, Blaugrana –julukan Barcelona– tak pernah absen meraih trofi.

Seburuk-buruknya pencapaian mereka tersaji pada 2013-2014 atau ketika ditangani Gerardo Tata Martino. Saat itu, Barcelona hanya memenangi trofi Piala Super Spanyol 2013. Namun, tak semua tim memiliki pemain yang akur satu sama lain. Ada saja yang bertengkar, meski itu merupakan hal sepele.

Berikut 5 rekan setim yang tidak suka satu sama lain, mengutip dari Sportskeeda:

5. Alvaro Arbeloa dan Gerard Pique (Timnas Spanyol)

(Foto: AFP/Christof Stache)

Perseteruan antara Gerard Pique dan Sergio Ramos kerap kali tersaji tiap kali Barcelona dan Madrid bertemu. Namun, perseteruan keduanya hanya berhenti sampai di situ. Ketika membela Timnas Spanyol, keduanya bahu-membahu memberikan prestasi optimal bagi sang negara.

Namun, beda halnya antara Arbeloa dan Pique. Pertengkaran keduanya tak hanya terjadi di laga el clasico, namun juga merembet hingga Timnas Spanyol. Karena saling menjegal di sesi latihan, emosi Arbeloa dan Pique kerap memuncak. Jika tidak dipisahkan, adu jotos di antaranya bukan tak mungkin akan terjadi.

4. Andy Cole dan Teddy Sheringham (Timnas Inggris)

(Foto: AFP)

Cole berkesempatan menjalani debut bersama Timnas Inggris kontra Uruguay pada 1996. Saat itu, Cole turun dari bangku cadangan dan siap menggantikan sang senior yang berusia lima tahun tua, Teddy Sheringham.

Awalnya, Cole berharap mendapatkan petuah dari Sheringham di laga debutnya tersebut. Namun, Sheringham yang kecewa diganti enggan menyalami Cole dan langsung duduk di bangku cadangan. Sejak saat itu, Cole tak lagi menghormati Sheringham. Bahkan hubungan keduanya sempat panas ketika berkolaborasi di Manchester United dalam kurun 1997-2001.

3. Zlatan Ibrahimovic dan Oguchi Onyewu (AC Milan)

(Foto: Sportskeeda)

Pada sesi latihan yang dijalani Milan pada 2010, Onyewu yang berpaspor Amerika Serikat mengeluarkan sumpah serapah terhadap Ibrahimovic. Kesal mendapat hinaan, Ibrahimovic menekel Onyewu yang sedang membawa bola, meski pada akhirnya tekel tersebut meleset.

Setelah tekel tersebut, pertengkaran tak terelakkan. Onyewu bahkan membuat patah tulang rusuk Ibrahimovic. Saat itu untuk meleraikan pertengkaran dibutuhkan 10 orang sekaligus.

2. Zlatan Ibrahimovic dan Rafael van der Vaart (Ajax Amsterdam)

(Foto: AFP/Miguel Riopa)

Awal mula pertengkaran Ibrahimovic dan Van der Vaart terjadi di uji coba internasional saat Timnas Swedia menghadapi Belanda pada 2004. Saat itu, Van der Vaart mengalami cedera ligamen setelah mendapat tekel dari Ibrahimovic.

Saat itu, Ibrahimovic mengaku tak sengaja hingga menyakiti Van der Vaart. Namun, Van der Vaart yang saat itu menjabat sebagai kapten Ajax tak begitu saja percaya dengan perkataan Ibrahimovic. Pada akhirnya, pelatih Ajax saat itu Ronald Koeman jadi sosok penengah. Singkat kata, Ibrahimovic meninggalkan Ajax pada musim panas 2004 untuk hengkang ke Juventus.

1. Kolo Toure dan William Gallas

(Foto: AFP/Adrian Dennis)

Toure dan Gallas bertengkar ketika ingin membahas pentingnya memperbaiki lini pertahanan Arsenal pada medio 2008. Toure yang saat itu berstatus sebagai pemain senior karena sudah bergabung bersama sejak 2002, berusaha menasihati Gallas. Namun, Gallas tak mau mendengarkan apa yang dikatakan Toure.

Gallas kesal karena beberapa hari sebelumnya baru saja dicopot dari jabatannya sebagai kapten Arsenal. Posisinya sebagai kapten tim digantikan Cesc Fabregas. Sejak saat itu, hubungan Toure dan Gallas menjadi renggang. Singkat kata, Toure meninggalkan Arsenal untuk pindah ke Manchester City pada 2009. Sementara setahun berselang giliran Gallas yang cabut ke Tottenham Hotspur.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini