nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kiper Legendaris Kamerun Ini Jadi Inspirasi Buffon

Ezha Herdanu, Jurnalis · Senin 29 Januari 2018 20:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 29 47 1851732 kiper-legendaris-kamerun-ini-jadi-insipirasi-buffon-WkJCn2JmEp.jpg Gianluigi Buffon (Foto: REUTERS)

TURIN – Gianluigi Buffon merupakan sosok penjaga gawang paling fenomenal dalam sejarah sepakbola. Bahkan banyak yang menilai bahwa Buffon sangat layak disejajarkan oleh kiper-kiper legendaris macam Dino Zoff, Walter Zenga, Lev Yashin, hingga Peter Schmeichel.

Namun apakah Anda penasaran siapa penjaga gawang yang dijadikan inspirasi Buffon dalam berkarier sebagai pesepakbola. Ternyata bukanlah nama-nama tenar seperti disebutkan di atas yang menjadi sosok panutan Buffon melainkan kiper legendaris asal Kamerun, yakni Thomas N'Kono.

Baca Juga: Lippi Tak Ingin Buffon terburu-buru Ambil Keputusan Usai Pensiun

Buffon mengatakan bahwa dirinya sangat jatuh cinta terhadap aksi-aksi N'Kono bersama Kamerun di gelaran Piala Dunia 1990. Bahkan saking jatuh cintanya, Buffon rela berganti posisi dari seorang gelandang menjadi penjaga gawang demi bisa meniru aksi-aksi heroic dari N'Kono.

“Saya adalah seorang gelandang selama empat atau lima tahun, kemudian pada tahun 1990 itu cinta pada pandangan pertama untuk Thomas N'Kono dari Kamerun di Piala Dunia, jadi saya menjadi seorang kiper,” ungkap Buffon, seperti dirangkum dari Football Italia, Senin (29/1/2018).

“Pada saat Anda masih kecil, karakter besar ini benar-benar menangkap imajinasi bermain Anda. Saya memiliki kehidupan terbaik yang bisa dimiliki seseorang, bagi seorang pria yang mencintai olahraga seperti saya,” sambungnya.

Baca Juga: 5 Pemain yang Nomor Punggungnya Layak Dipensiunkan, Nomor 1 Andalan Barcelona

“Olahraga benar-benar merupakan tempat latihan untuk hidup. Jadi apabila Anda memulai lebih awal, saya pikir itu juga bisa menghentikan Anda menuruni jalan yang salah,” imbuh kapten Timnas Italia tersebut.

Buffon sendiri belum lama ini mengutarakan keinginannya untuk segera menyudahi perjalanannya sebagai pesepakbola profesional. Terlebih setelah dirinya gagal membawa Italia mentas di putaran final Piala Dunia 2018 Rusia pada musim panas ini.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini