nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Kalahkan Persib, Rene Kritik Piala Presiden

Oris Riswan, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 12:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 27 49 1851036 usai-kalahkan-persib-rene-kritik-piala-presiden-d4fwRYudpk.jpg Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts. (Foto: Four Four Two)

BANDUNG – PSM Makassar menutup laga di Grup A Piala Presiden 2018 dengan kemenangan 1-0 atas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat 26 Januari 2018 malam WIB. Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mengakui bahwa laga berjalan cukup sulit. Apalagi, timnya harus bermain dengan 10 orang di pertengahan babak kedua karena Zulkifli Syukur mengantongi dua kartu kuning yang berujung kartu merah.

"Kami harus kehilangan satu pemain dan itu cukup merugikan. Kami juga tidak bisa memasukkan satu pergantian tactical karena hilangnya satu pemain. Saya kurang senang dengan situasi itu," kata Rene.

Kemenangan atas PSM sendiri jadi satu-satunya kemenangan yang diraih tim berjuluk Juku Eja di Grup A. Dalam dua laga sebelumnya, PSM kalah 1-2 oleh PSMS Medan dan kalah 0-3 oleh Sriwijaya FC.

BACA JUGA: Persib Gagal Maju ke 8 Besar Piala Presiden Usai Dikalahkan 10 Pemain PSM

Namun, hasil manis atas Persib tidak membuat langkah PSM di Piala Presiden berlanjut. PSM dipastikan gagal melaju ke babak delapan besar, sama seperti Persib.

Rene sendiri tidak mempermasalahkan hasil akhir itu. Sebab, tujuan PSM di Piala Presiden adalah mematangkan tim jelang bermain di Liga 1.

Karena tidak membidik gelar juara, ia selalu memadukan komposisi pemain senior dan muda dalam tiga pertandingan di Grup A. Hal itu bertujuan untuk menempa seluruh pemain agar semakin siap jelang tampil di Liga 1.

BACA JUGA: PSM Tanpa Target Besar Saat Hadapi Persib

Terlepas dari hasil yang diraih, Rene memberikan kritik terhadap persaingan keras di Piala Presiden yang terasa seperti sebuah kompetisi sesungguhnya. Padahal, Piala Presiden hanya sebuah turnamen pramusim, namun 'rasa' dari Piala Presiden memiliki persaingan sengit seperti kompetisi sesungguhnya.

"Perlu diketahui bahwa ini hanya pramusim. Orang-orang lebih tertarik dengan uang, hadiah, maka semua bermain mati-matian, dan itu bukan hal bagus untuk pembangunan sepakbola," jelasnya.

Ia pun menyarankan agar ke depan, Piala Presiden bisa digelar di waktu yang pas. Menurutnya, Piala Presiden lebih ideal digelar di tengah-tengah kompetisi.

"Jadi, dengan segala hormat kepada Bapak Presiden, turnamen (Piala Presiden) tahun depan bisa dibuat dengan waktu yang lain. Lihat di Inggris, FA Cup digelar bersamaan dengan liga," tandas Rene.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini