5 Alasan Liverpool Akan Hentikan Catatan Tak Terkalahkan Man City, Nomor 2 Jadi Modal Utama

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 45 1844288 5-alasan-liverpool-akan-hentikan-catatan-tak-terkalahkan-man-city-nomor-2-jadi-modal-utama-dzwKNaxNxz.jpg Manchester City vs Liverpool (AFP)

AKHIR pekan ini, tepatnya Minggu 14 Januari 2018 bakal tersaji laga akbar dalam lanjutan pekan ke-23 Liga Inggris 2017-2018 kala Liverpool menjamu Manchester City. Laga tersebut disinyalir bakal berlangsung sengit, mengingat kedua kesebelasan sama-sama memiliki ambisi besar musim ini.

Di atas kertas, pertarungan antara Man City dan Liverpool dapat dikatakan seimbang. Pasalnya, bila melihat dari segi peforma, Man City lebih diunggulkan berkat rekor belum terkalahkan mereka musim ini di ajang Liga Inggris. Namun, bila melihat laga tersebut bakal dihelat di Anfield, Liverpool jelas memiliki motivasi ekstra.

Meski Man City sedang dalam performa apik sepanjang musim ini, namun bukan berarti Liverpool tak memiliki kans sama sekali untuk memenangkan laga. Berikut adalah lima alasan Liverpool bisa taklukkan Man City akhir pekan ini.

5. Lemah saat Set Piece dan Umpan Silang

Harus diakui belanja besar-besaran yang dilakukan Manchester City pada bursa transfer musim panas 2017 untuk memboyong bek, cukup mendapatkan ganjaran yang setimpal. Pasalnya, di musim ini dalam gelaran Liga Inggris, Man City menjadi tim dengan pertahanan terbaik. Tercatat, dari 22 laga yang telah mereka mainkan, klub berjuluk The Citizens itu baru kebobolan sebanyak 13 kali.

Kendati demikian, bukan berarti selamanya pertahanan Man City sempurna. Pasalnya, skuad asuhan Josep Guardiola itu justru lemah kala menghadapi serangan melalui situasi bola mati (set piece) dan juga melalui umpan lambung.

Saat menghadapi Huddersfield Town misalnya, Man City kebobolan karena Otamendi melakukan gol bunuh diri lantaran tak bisa mengantisipasi umpan silang dengan baik. Begitu pun saat berhadapan dengan West Ham, di mana baris pertahanan Man City dibuat kelimpungan dengan umpan silang yang dilepaskan Cresswell sebelum pada akhirnya dituntaskan Ogbonna menjadi gol.

4. Kesulitan Bermain Tandang

Sejak Desember 2017, keperkasaan yang sebelumnya dimiliki oleh Manchester City baik di laga kandang maupun tandang, kini mulai goyah. Terhitung, sejak Desember 2017 The Citizens dua kali menerima hasil imbang kala pertandingan berlangsung selama 90 menit.

Hasil imbang pertama didapat Man City saat bertandang ke markas Leicester City dalam lanjutan Piala Liga Inggris. Pertandingan pun pada akhirnya harus berlangsung hingga babak adu penalti, di mana Man City kemudian keluar sebagai pemenang.

Hasil imbang berikutnya didapat saat Sergio Aguero dan kolega bertandang ke markas Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris. Pada laga itu, Man City tidak bisa mencetak gol sama sekali dan harus puas pulang ke Manchester dengan satu angka.

3. Klopp Miliki Catatan Apik atas Guardiola

Meski pelatih Manchester City, Josep Guardiola, merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Namun, nyatanya pelatih asal Spanyol itu masih bisa diimbangi oleh pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Sepanjang Klopp berkarier sebagai pelatih, ia telah berjumpa dengan Guardiola sebanyak 11 kali. Dari total 11 pertemuan tersebut, baik Klopp maupun Guardiola sama-sama berbagi lima kemenangan. Sementara satu laga lainnya berujung dengan hasil imbang.

Catatan Klopp tersebut merupakan yang terbaik apabila dibandingkan dengan pelatih-pelatih papan atas lainnya ketika bertemu dengan Guardiola. Jose Mourinho misalnya, pelatih Manchester United itu telah berjumpa dengan Guardiola sebanyak 20 kali, di mana pelatih Portugal hanya mampu menang sebanyak empat kali dan menelan 10 kekalahan.

2. Manchester City Rentan terhadap Kecepatan dan High Pressing

Tak ada yang meragukan bahwa lini serang Manchester City di musim ini merupakan yang terbaik di Liga Inggris. Tak bisa dimungkiri pula bahwa kekuatan utama Man City terletak pada lini serang mereka yang mematikan. Man City semakin perkasa kala tim-tim yang menjadi lawan mereka umumnya selalu memasang permainan bertahan, sehingga The Citizens dengan mudah mengendalikan permainan.

Kendati begitu, faktanya Man City justru kerap dibuat kelimpungan kala harus menghadapi serangan-serangan cepat dari tim lawan dan apabila sang lawan menggunakan pressing tinggi. Hal tersebut terlihat pada Derby Manchester beberapa waktu lalu, di mana pergerakan Marcus Rashfor, Anthony Martial, dan Jesse Lingard yang cepat membuat pertahanan Man City kerepotan.

Liverpool tentunya memiliki kualitas kecepatan tersebut sebagai modal utama mereka melawan balik Man City. Mohamed Salah, Sadio Mane, hingga Daniel Sturridge, merupakan pemain-pemain yang bisa diandalkan Jurgen Klopp untuk menekan pertahanan Man City.

1. Pembalasan Dendam

Pada perjumpaan pertama antara Liverpool kontra Manchester City musim ini di ajang Liga Inggris, The Reds harus menelan luka kala ditumbangkan dengan skor telak 0-5 di Etihad Stadium. Hal tersebut tentunya menjadi motivasi besar bagi Liverpool di akhir pekan nanti untuk membalaskan dendam mereka.

Terlebih lagi, Liverpool sebenarnya cukup mampu mengimbangi Man City pada laga di Etihad tersebut. Tercatat, hingga menit ke-37 kala kedua kesebelasan sama-sama bermain dengan 11 pemain, skor masih sama kuat 0-0.

Namun sayangnya, hal tersebut berubah kala Liverpool kehilangan Sadio Mane yang diganjar kartu merah oleh wasit usai melakukan pelanggaran terhadap Ederson Moraes. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Liverpool tentunya akan lebih berhati-hati di laga nanti.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini