Timnas Indonesia Selection Akui Permainan Apik Islandia

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 21:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 51 1843770 timnas-indonesia-selection-akui-permainan-apik-islandia-84MyFwHWRo.jpg Timnas Indonesia Selection vs Islandia (Foto: PSSI)

YOGYAKARTA – Timnas Indonesia Selection harus puas mengakhiri laga persahabatan kontra Islandia dengan kekalahan di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Kamis (11/1/2018). Tim asuhan Robert Rene Alberts itu takluk dengan skor telak yakni 0-6.

Pelatih yang kini menangani PSM Makassar itu mengakui keunggulan Islandia yang memiliki permainan lebih baik ketimbang anak asuhnya. Meski pada babak pertama Bambang Pamungkas dan kawan-kawan mampu mengimbangi permainan tim tamu, tetapi tidak terjadi di babak kedua.

Pada babak pertama, Timnas Indonesia Selection mampu bermain apik dengan kebobolan satu gol dari peserta Piala Dunia 2018 itu. Gol tersebut lahir dari kaki Andre Bjarnasson yang membuat skor berubah menjadi 1-0.

Baca juga Indonesia Selection Kalah 0-6 dari Timnas Islandia

Namun pada babak kedua, laga yang juga diguyur hujan, membuat pasukan Garuda semakin kocar-kacir. Lima gol tambahan berhasil membuat Islandia mempermalukan Timnas Indonesia Selection dengan skor 0-6. Kelima gol tambahan tersebut berhasil disarangkan Kristjan Finnbogason, Ottar M. Karlsson, T. H. Haraldsson, Hjortur Hermannsson dan terakhir Holmar Eyjolfsson.

Menanggapi pertandingan tersebut, Robert Rene mengaku hujan yang mengguyur Stadion Maguwoharjo memang berpengaruh banyak. Belum lagi, permainan bola panjang yang diterapkan kubu Islandia di babak kedua membuat mereka tak mampu berbuat banyak. Pasalnya Islandia berhasil dengan baik memanfaatkan bola-bola tinggi yang menjadi kelemahan fisik para pemain Indonesia.

Baca juga Prakiraan Susunan Pemain Indonesia Selection vs Timnas Islandia

“Islandia bermain dengan baik. Awalnya, kami bermain dengan bola-bola pendek. Mereka juga menerapkan itu. Tapi, babak kedua lapangan mulai tergenang sedikit air karena hujan lebat. Pola permainan berubah dengan mengandalkan bola-bola panjang,” ungkap Robert Rene, dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Kamis (11/1/2018).

“Islandia unggul postur badan dari kami. Itulah yang menyebabkan kami kalah. Gol Islandia rata-rata lahir dari bola-bola service,” tutup pelatih berpaspor Belanda itu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini