Image

5 Pemain yang Disia-siakan Klub Italia namun Bersinar di Liga Lain, Nomor 1 Andalan Arsenal

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 10:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 10 51 1842730 5-pemain-yang-disia-siakan-klub-italia-namun-bersinar-di-liga-lain-nomor-1-andalan-arsenal-IaGCWQsHuQ.jpg Henry gagal di Juventus, namun bersinar di Arsenal. (Foto: AFP/Carl de Souza)

LIGA Italia bisa dibilang salah satu kompetisi pengekspor pemain-pemain hebat ke liga lain. Banyak pemain muda yang memulai karier di Liga Italia. Namun, tidak semuanya berhasil. Ada yang gagal, ada juga yang sukses.

Pemain-pemain yang terhitung gagal pada akhirnya dilepas klub-klub Liga Italia ke kompetisi lain. Tak disangka, pemain tersebut juga bersinar di tempat yang baru mereka tempati. Ambil contoh Philippe Coutinho. Gelandang berpaspor Brasil itu tercatat dua setengah musim (2010-2013) berstatus sebagai pemain Inter. Namun, dalam periode tersebut Coutinho hanya mengemas lima gol dan empat assist bersama Inter.

(Foto: Alberto Pizzoli/AFP)

Akan tetapi, Coutinho sukses besar bersama Liverpool, klub yang membelinya dengan mahar 13 juta euro atau sekira Rp208 miliar pada bursa transfer Januari 2013. Bersama Liverpool, Coutinho tampil trengginas dengan raihan 54 gol dan 46 assist dari 201 pertandingan. Setelah tampil oke bersama Liverpool, Coutinho pun hengkang ke Barcelona pada bursa transfer kali ini dengan biaya 142 juta pounds atau setara Rp2,58 triliun!

Selain Coutinho, berikut 5 pemain yang disia-siakan klub Italia, namun bersinar di klub lain:

5. Ivan Helguera

(Helguera (kanan). Foto: AFP/Gerard Julien)

Helguera yang berpaspor Spanyol sudah merantau ke Italia untuk membela AS Roma pada 1997, atau ketika usianya baru menginjak 22 tahun. Namun, karena kesulitan beradaptasi, Helguera hanya bertahan enam bulan bersama Giallorossi –julukan Roma– dengan koleksi 10 penampilan.

Alhasil, ia dilego ke Espanyol pada Januari 1998. Setelah satu setengah musim membela Espanyol, Helguera diboyong Raksasa Spanyol, Real Madrid. Bersama Los Blancos –julukan Madrid, Helguera menemukan puncak performa.

Selama delapan musim membela Madrid, Helguera yang berposisi sebagai pemain belakang mengemas 34 gol dan empat assist dari 346 penampilan. Ia juga memberikan tiga trofi Liga Spanyol dan dua gelar Liga Champions bagi publik Santiago Bernabeu.

4. Patrick Vieira

(Foto: AFP/Adrian Dennis)

Vieira membuat perjudian dengan hengkang ke AC Milan pada 1995, atau ketika usianya baru menginjak 19 tahun. Merantau ke negeri orang dengan usia yang masih sangat muda membuat Vieira kesulitan beradaptasi. Alhasil sepanjang musim 1995-1996, gelandang jangkung itu hanya mentas di lima pertandingan.

Pada musim panas 1996, Vieira memutuskan hengkang ke Arsenal. Bersama Arsenal, gelandang berpaspor Prancis itu sukses besar. Bahkan, Vieira sempat berstatus sebagai kapten. Dari 381 penampilan, Vieira mengemas 34 gol dan 20 assist. Selama sembilan musim membela The Gunners –julukan Arsenal, Vieira meraih tiga trofi Liga Inggris dan lima gelar Piala FA.

3. Pierre Emerick-Aubameyang

(Foto: AFP/Paul Ellis)

Aubameyang merupakan mantan pemain AC Milan Primavera. Namun, penyerang berpaspor Gabon itu tak kunjung naik ke tim senior, meski sudah mengisi skuad primavera sejak 2009. Setelah dipinjamkan ke beberapa klub, Aubameyang akhirnya dilepas secara permanen ke Saint-Etienne pada bursa transfer Januari 2012.

Dari 97 pertandingan bersama Saint Etienne, Aubameyang mengemas 41 gol dan 26 assist. Performa impresif itu membuat Aubameyang diboyong ke Borussia Dortmund pada musim panas 2013. BIsa dibilang puncak permainan Auba tersaji bersama Dortmund. Dari 212 penampilan di semua ajang, Auba mengemas 141 gol dan 36 assist.

2. Roberto Carlos

(Foto: Antonio Scorza/AFP)

Carlos didatangkan Inter Milan dari Palmeiras pada bursa transfer musim panas 1995. Bersama Inter, Carlos tak bisa dikatakan buruk. Meski berposisi sebagai fullback kiri, ia cukup produktif dengan koleksi tujuh gol dari 34 penampilan.

Semusim berselang, Carlos diboyong Real Madrid. Bersama Madrid, pesepakbola yang membawa Brasil juara Piala Dunia 2002 itu sukses besar. Dari 523 penampilan, pemilik tendangan geledek itu mengemas 69 gol dan 47 assist. Selama membela Madrid, ia memberikan empat trofi Liga Spanyol dan tiga gelar Liga Champions bagi publik Santiago Bernabeu.

1. Thierry Henry

(Foto: Calcioweb)

Henry didatangkan Juventus dari AS Monaco pada bursa transfer musim dingin 1999. Namun, Henry yang saat itu lebih banyak dimainkan sebagai winger kiri gagal menunjukkan performa terbaik bersama Juventus. Dari 20 penampilan, pesepakbola berpaspor Prancis itu hanya mengemas tiga gol.

Namun, peruntungan Henry berubah semenjak hengkang ke Arsenal pada musim panas 2009. Henry tampil luar biasa bersama Arsenal. Dari 371 penampilan, Henry mengemas 227 gol dan 67 assist. Total selama membela Arsenal (1999-2007), Henry memberikan dua trofi Liga Inggris dan tiga gelar Piala FA bagi fans London Merah.

1 / 6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini