nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luciano Spalletti: Inter Milan Krisis Kepercayaan Diri

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 02:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 28 47 1837137 luciano-spalletti-inter-milan-krisis-kepercayaan-diri-ByLjo8sfMi.jpg Luciano Spalletti (Foto: Reuters)

MILAN – Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti, mengaku timnya kini tengah krisis kepercayaan diri setelah timya tampil out of perform di perempatfinal Coppa Italia, Kamis (28/12/2017) dini hari WIB. Nerazzurri pun harus tersingkir lebih awal setelah mengalami kekalahan tipis 0-1 dari AC Milan.

Inter harus menyerah dari Milan, setelah Patrick Cutrone berhasil menggetarkan gawang mereka pada menit 105. Gol itu pun menjadi momok bagi Inter yang menandakan Mauro Icardi menelan kekalahan tiga kali secara beruntun.

Kekalahan dua kali sebelumnya dialami Inter saat menjalani laga di Liga Italia 2017-2018. Dua kekalahan itu dialami Inter saat takluk dari Udinese (1-3) dan Sassuolo (0-1).  Terlebih hasil tersebut merupakan dua kekalahan Inter di musim ini setelah memilki capaian yang baik sejak awal.

Baca juga Juventus Siap Jual Dybala Rp2,42 Triliun

Spalletti pun mengakui bahwa anak asuhnya telah hilang kepercayaan diri. Meski secara fisik dan kemampuan mereka tidak ada masalah, tetapi secara psikologis, para pemainnya itu mengalami masalah. Hal itu dirasakan sejak mereka mengalami kekalahan perdana melawan Udinese.

“Kami telah sedikit kehilangan kepercayaan diri, kami melakukan hal-hal yang kurang meyakinkan dalam kualitas kami. Bila peluang datang dan Anda tidak memakainya, itu sebuah fakta. Kemudian ketika Anda mengakui sesuatu, berarti Anda membiarkan sebuah gol,” ungkap Spalletti, mengutip dari Soccerway, Jumat (29/12/2017).

Baca juga Milan Lolos ke Semifinal Coppa Italia Usai Menang Tipis 1-0 atas Inter

“Pada tingkat psikologis, kami harus berbelok, sadar bahwa kami harus berbuah lebih banyak. Pemain dilibatkan, maka saat Anda tidak bisa meyakinkan mereka dengan fakta saat ini, Anda harus menemukan cara untuk membuat mereka mengerti,” tambah pelatih berusia 58 tahun itu.

“Secara fisik mereka baik-baik saja, kualitasnya masih ada di sana, tapi jika Anda mengharapkan seseorang menyelesaikan masalah Anda, maka semuanya menjadi sulit. Kami harus menyelesaikan sesuatu dengan dirinya sendiri,” pungkas mantan pelatih AS Roma itu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini