Image

5 Fakta yang Belum Diketahui soal Ballon d'Or, Nomor 1 Dominasi AC Milan

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 10:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 51 1827189 5-fakta-yang-belum-diketahui-soal-ballon-d-or-nomor-1-dominasi-ac-milan-CTH6HwbkJa.jpg Trofi Ballon d'Or. (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

PENGANUGERAHAN Ballon d’Or 2017 dilaksanakan di Kota Paris, Prancis pada Kamis 7 Desember 2017 malam WIB. Cristiano Ronaldo keluar sebagai pemenang trofi setelah mengungguli Lionel Messi dan Neymar Jr.

Trofi tersebut membuat Ronaldo tercatat sebagai pesepakbola dengan trofi Ballon d’Or terbanyak, yakni lima gelar. Namun, Ronaldo tidak sendirian menyandang predikat tersebut, melainkan bersama Messi.

Terlepas dari persaingan Messi-Ronaldo, penganugerahan Ballon d’Or ini sudah berlangsung sejak 1956. Ajang ini diinisiasi oleh penulis majalah France Football, Gabriel Hanot. Saat itu, ia meminta rekan-rekannya sesama jurnalis untuk memilih pemain terbaik dan pemenang edisi perdana ialah pesepakbola asal Inggris yang bermain untuk Blackpool, Stanley Matthews.

Awalnya, trofi dipersembahkan bagi pesepakbola asal Eropa dalam kurun 1956-1994. Karena itu tidak heran, pemain Amerika Selatan macam Diego Maradona dan Pele tak pernah menyabet penghargaan tersebut. Pada akhirnya peraturan diubah, yang mana pesepakbola di luar Benua Eropa berkesempatan memenangi trofi tersebut.

Selain fakta di atas, apa saja hal yang belum diketahui soal Ballon d’Or? Berikut 5 fakta yang belum diketahui soal Ballon d’Or, mengutip dari Sportskeeda:

5. Pemain Luar Eropa Pertama yang Memenangi Ballon d’Or

(Foto: AFP/Hector Mata)

Seperti yang sudah diutarakan di atas, trofi Ballon d’Or awalnya diperuntukkan bagi pesepakbola asal Eropa. Akan tetapi per 1995, peraturan diubah dan mengizinkan pemain dari luar Eropa berkesempatan memenangi trofi tersebut.

Tak disangka, di tahun pertama perubahan regulasi, pesepakbola dari luar Eropa yang langsung menyabet trofi tersebut. Sosok yang dimaksud ialah George Weah. Pesepakbola asal Liberia itu secara luar biasa mengantarkan PSG lolos hingga semifinal Liga Champions 1994-1995. Pada musim panas 1995, Weah diboyong Milan dan di musim pertamanya, ia langsung mengantarkan sang tim anyar juara Liga Italia.

4. Klub Penyumbang Pemain Peraih Trofi Ballon d’Or Terbanyak

(Foto: AFP/Lluis Gene)

Barcelona jadi klub penyumbang pemain peraih trofi Ballon d’Or terbanyak. Sepanjang sejarah, pemain mereka telah mendulang 11 trofi. M

Messi jadi yang paling dominan dengan koleksi lima gelar. Sementara itu, enam gelar lain dibagi-bagi kepada Luis Suarez (legenda di era 1960), Johan Cruyff (2), Hristo Stoichkov, Rivaldo dan Ronaldinho Gaucho.

3. Negara Penyumbang Pemain Peraih Trofi Ballon d’Or Terbanyak

(Foto: AFP/Pascal Guyot)

Messi (Argentina) dan Ronaldo (Portugal) mendominasi Ballon d’Or dalam 10 tahun terakhir. Akan tetapi, bukan Argentina atau Portugal negara penyumbang peraih trofi Ballon d’Or terbanyak. Jawabannya ialah Jerman dan Belanda yang sama-sama menyabet tujuh gelar.

Enam dari tujuh gelar Belanda, dibagi rata kepada Johan Cruyff dan Marco van Basten. Sementara satu gelar diraih Ruud Gullit. Sementara itu Jerman, empat di antaranya dibagi rata oleh Franz Beckenbauer dan Karl-Heinz Rummenige. Tiga gelar lain masing-masing satu trofi diraih Gerd Muller, Lothar Matthaus dan Matthias Sammer.

2. Pemain Belakang Susah Raih Trofi Ballon d’Or

(Foto: AFP/Franck Fife)

Semenjak Ballon d’Or diselenggarakan pada 1956, hanya lima pemain belakang (bek dan kiper) yang pernah meraih trofi di atas. Mereka ialah Lev Yashin, Franz Beckenbauer, Mathias Sammer, Lotthar Matthaus dan Fabio Cannavaro.

Hal itu menunjukkan sulitnya pemain belakang untuk bersaing meraih trofi Ballon d’Or. Semenjak Fabio Cannavaro menjadi yang terbaik pada 2006, sudah tak pernah lagi deretan penjaga pertahanan meraih trofi prestisius tersebut. Padahal secara kontribusi, pemain belakang tak kalah krusial ketimbang pemain depan.

1. Dominasi AC Milan

(Foto: Four Four Two)

Pada 2010, Barcelona mendominasi tiga teratas peraih trofi Ballon d’Or. Saat itu posisi tiga besar ditempati Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez. Namun jauh sebelum itu, AC Milan sudah lebih dulu melakukannya.

Bahkan, bukan hanya satu kali, melainkan dua tahun beruntun! Pada 1988, trio Belanda yang baru saja mengantarkan sang negara juara Piala Eropa menduduki posisi tiga teratas. Marco van Basten berada di posisi teratas, diikuti Ruud Gullit dan Frank Riijkard. Setahun berselang, lagi-lagi trofi diraih Van Basten. Namun, pengisi posisi dua ditempati Franco Baresi dan tangga ketiga diisi Riijkard.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini